Polres Klaten Panggil 5 Saksi Dugaan Penistaan Agama di Medsos  

Reporter

Ilustrasi facebook. REUTERS

TEMPO.CO, Klaten - Kepolisian Resor Klaten memeriksa lima orang saksi berkaitan dengan kasus dugaan penghinaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, dan dugaan penistaan agama di media sosial Facebook dengan tersangka Rozaq Ismail Sudarmaji alias Aji.

“Prosesnya sudah ke tingkat penyidikan. Saksinya ada lima orang, termasuk seorang saksi ahli (di bidang bahasa). Setelah pemeriksaan saksi ahli, berkasnya segera kami limpahkan ke jaksa penuntut umum,” kata Kepala Polres Klaten Ajun Komisaris Besar Muhammad Darwis pada Senin, 5 Juni 2017, terkait dengan kasus dugaan penistaan agama.

Baca juga:
Pasal Penodaan Agama Indonesia Dibahas di Dewan HAM PBB

Aji dilaporkan ke Polres Klaten oleh Bony Azwar, warga Klaten, pada 19 Mei lalu. Sebab, pada tanggal yang sama, lelaki 29 tahun asal Kabupaten Wonosobo itu menulis dua status yang dinilai melecehkan Rizieq Syihab dan agama Islam di akun Facebook-nya. Informasi yang diperoleh Tempo, Bony adalah anggota organisasi masyarakat Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Setelah di-screenshoot seseorang, dua status di Facebook Aji dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial. Walhasil, anggota sejumlah organisasi masyarakat Islam di Klaten pun meradang. Semula mereka mengira Aji merupakan warga Klaten. Sebab, pria bertubuh gempal itu sering mengunggah foto dirinya saat di Klaten.

Baca pula:
Alasan Menteri Agama Tak Ingin Pasal Penodaan Agama Dihapus

Darwis menolak jika kasus Aji disebut persekusi atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. “Tidak ada kelompok lain saat itu di Bandara Adi Soemarmo, Yogyakarta, (ketika anggota Polres Klaten mengamankan Aji yang menyerahkan diri sepulang dari Bali),” kata Darwis.

Sesampainya di Polres Klaten, Darwis berujar, baru terjadi proses mediasi antara Aji beserta keluarganya dan sejumlah anggota ormas Islam di Klaten. “Ada kesepakatan permintaan maaf, tetapi proses hukum tetap dilanjutkan,” ujar Darwis. Dia berharap kasus Aji adalah yang pertama dan terakhir di Klaten. “Jangan gara-gara jari usil, tidak hati-hati, ujung-ujungnya berhadapan dengan hukum,” kata Darwis.

Silakan baca:
Dalam Rutan, Terdakwa Penista Agama Diancam Tahanan Lain

Meski dinyatakan tidak turut dalam proses penangkapan di Bandara Adi Soemarmo pada 25 Mei lalu, sebagian anggota dari sejumlah ormas di Klaten turut aktif dalam memburu Aji. Menurut Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Klaten Andika Budi Riswanto, butuh waktu 5-6 hari untuk mendapatkan identitas Aji dan berkomunikasi langsung via telepon seluler.

“Kebetulan Mas Hendra FUI (Forum Umat Islam) ada rekanan bisnis dari Wonosobo yang ternyata mengenal Aji dan keluarganya,” kata Andika saat dihubungi Tempo pada Rabu pekan lalu. “Kemudian Aji dihubungi keluarganya dari Wonosobo. Pada Rabu pagi (24 Mei), saya sempat komunikasi dengan Aji. Dia siap datang ke Klaten untuk menyelesaikan masalah pada Kamis siang,” kata Andika.

Andika menambahkan, sikap tegas untuk memperkarakan Aji bertujuan sebagai pembelajaran agar masyarakat lebih bijak di media sosial. “Hal seperti ini kan sensitif. Siapa pun bisa tersinggung dengan penistaan agama,” kata Andika.

Menurut Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Reserse dan Kriminal Polres Klaten Inspektur Satu Prawoto, tidak ada niat khusus dari Aji untuk melakukan penistaan agama  di Facebook. “Dia juga muslim, pemeluk agama Islam. Itu terjadi karena dia kurang pengetahuan saja,” katanya.

DINDA LEO LISTY






Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

3 hari lalu

Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

Paula Verhoeven dan Baim Wong terancam sanksi penjara akibat melakukan 'prank' dengan menyampaikan pengaduan palsu KDRT.


Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

7 hari lalu

Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

Roy Suryo ditahan 20 hari di Rutan Salemba setelah berkasnya selesai tahap II.


Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

7 hari lalu

Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

Kejaksaan Tinggi Jakarta menyatakan berkas kasus Roy Suryo sudah P21 atau lengkap. Hari ini tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan.


Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

15 hari lalu

Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

Polres Jakarta Utara melanjutkan proses hukum terhadap kasus dugaan pemerkosaan remaja putri oleh empat orang anak.


Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

23 hari lalu

Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

Film dokumenter Kilometer 50 mengangkat peristiwa penembakan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Menguak cerita lain.


Nasihat Roy Suryo kepada Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Begini Bunyinya

38 hari lalu

Nasihat Roy Suryo kepada Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Begini Bunyinya

Dalam tahanan Polda Metro Jaya, Roy Suryo memberikan nasihat kepada Masril penggunggah konten UU ITE yang sempat dijerat UU ITE, sebelum bebas.


Polda Metro Jaya Perpanjang Masa Tahanan Roy Suryo

41 hari lalu

Polda Metro Jaya Perpanjang Masa Tahanan Roy Suryo

Polda Metro Jaya memperpanjang masa tahanan tersangka penistaan agama, Roy Suryo sambil menunggu jawaban dari Kejaksaan


Kasus Penistaan Agama Roy Suryo, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Jaksa

41 hari lalu

Kasus Penistaan Agama Roy Suryo, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Jaksa

Polda Metro Jaya masih menunggu jawaban dari Kejaksaan atas berkas perkara kasus penistaan Agama Roy Suryo yang sudah dilimpahkan


Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

52 hari lalu

Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

Selain Salman Rushdie, sebelumnya ada penulis, seniman dan media yang mengalami pengalaman buruk usai dituduh menghina Nabi Muhammad.


Penulis The Satanic Verses, Salman Rushdie Ditusuk di New York

55 hari lalu

Penulis The Satanic Verses, Salman Rushdie Ditusuk di New York

Salman Rushdie, penulis novel "The Satanic Verses" yang dinilai menghina Islam, diserang di atas panggung di sebuah acara di New York.