Terpuruk di Pemilu 2014, SBY: Demokrat Akan Bangkit Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono seusai melantik pengurus DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapimnas diselenggarakan selama dua hari hingga 5 Juli esok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Susilo Bambang Yudhoyono seusai melantik pengurus DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapimnas diselenggarakan selama dua hari hingga 5 Juli esok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Meski perolehan kursi legislatif Partai Demokrat secara nasional anjlok pada pemilu 2014, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pengurus, khususnya di daerah, tak patah semangat mempersiapkan pemilihan kepala daerah serentak 2017.

    "Percayalah, Partai Demokrat akan bangkit kembali," ujar SBY saat menggelar pertemuan dengan para pengurus Demokrat wilayah Jawa Tengah-DIY di Yogyakarta, Ahad petang, 13 Maret 2016.

    Suntikan semangat SBY itu ditujukan untuk pengurus wilayah DIY dan Jawa Tengah pascakekalahan paling mencolok dalam Pemilu 2014. 

    "Saya punya keyakinan yang tinggi bahwa performance Demokrat akan terus membaik ke depan," ujar SBY.

    Untuk mengembalikan kejayaan Demokrat seperti pemilu 2004 dan 2009, SBY mendesak para pengurus partai,  baik pusat maupun daerah, mendengar suara rakyat dan membantu mencarikan solusi terhadap persoalan yang muncul.

    "Turunlah ke grassroot, dengar dan pedulilah suara rakyat," ujarnya.

    SBY mengingatkan kader dan pengurus Demokrat jangan jumawa setelah mencapai tampuk kekuasaan, baik sebagai wakil rakyat di DPRD maupun kepala daerah.

    "Mereka yang tak mau dengar suara rakyat tidak akan sukses berikutnya. Kalau mau mendengar pasti tahu apa yang musti dilakukan selanjutnya," ujarnya.

    Namun, ujar SBY, kunci meraih kembali kejayaan 2004 dan 2009 adalah hal-hal yang dilakukan setelah mendengar aspirasi rakyat.

    "Setelah dengar suara rakyat, langsung do something!" ujar SBY.

    SBY membeberkan contoh sikap mendengar suara rakyat dalam bentuk proses legislatif di DPR.

    "Seperti revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin, Demokrat berani tegas menolak karena itu menimbulkan pelemahan pada KPK," ujarnya. Bahkan SBY pun menyatakan Demokrat sudah menyiapkan sikap tegas dan jelas untuk rencana terbitnya undang-undang pengampunan pajak. 
    "Sudah saatnya Demokrat berani menyampaikan hal yang masih berjalan kurang benar di negeri ini," ujar SBY.



    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.