Pengamat Nilai Anies Baswedan Tak Kehilangan Panggung Meski Pilkada 2024

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat sarapan Gudeg Bu Tinah di samping Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Maret 2021. Anies memanfaatkan libur Isra Miraj dengan bersepeda bersama beberapa duta besar. Instagram/aniesbaswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat sarapan Gudeg Bu Tinah di samping Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Maret 2021. Anies memanfaatkan libur Isra Miraj dengan bersepeda bersama beberapa duta besar. Instagram/aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai Anies Baswedan tak akan kehilangan panggung meski Pilkada digelar pada 2024. Sebelumnya, ada anggapan bahwa Gubernur DKI Jakarta itu akan kehilangan panggung untuk memuluskan jalannya di Pilpres 2024 jika Pilkada DKI Jakarta 2022 ditiadakan.

    "Kalau pun Pilkada tetap 2024, menurut saya Anies tidak kehilangan panggung," kata Burhanuddin, yang juga Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, dalam diskusi virtual, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Burhanuddin mengatakan Anies bakal purnatugas sebagai gubernur DKI sekitar bulan September 2022. Namun setelah itu, kata dia, ada perhelatan konvensi calon presiden yang bakal digelar Partai NasDem. Sejauh ini, Anies memang disebut-sebut bakal mengikuti konvensi itu.

    Burhanuddin berujar konvensi NasDem itu kemungkinan digelar mulai awal tahun 2023. Konvensi tersebut kemungkinan rampung pada medio 2023, lalu calon presiden yang memenangi konvensi bakal didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum beberapa bulan sebelum Pemilu 2024.

    "Jadi sebenarnya kalau ada alasan (pilkada) ditaruh ke 2024 supaya Anies kehilangan panggung, enggak, dia tetap punya panggung. Karena masa jabatannya berakhir menjelang akhir 2022 dan setelah itu ada konvensi," ujar Burhanuddin.

    Hal ini disampaikan Burhanuddin saat ditanya ihwal siapa yang diuntungkan dengan Pilkada 2024. Persoalan jadwal pilkada sempat menjadi tarik-menarik di antara fraksi-fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat. Polemik itu berujung pada dikeluarkannya Rancangan Undang-undang Pemilu dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari memang menyebut Anies Baswedan akan mendapatkan kembali panggung jika Pilkada DKI Jakarta digelar tahun 2022. Panggung politik itu pun dinilai bakal memuluskan langkah Anies maju sebagai calon presiden di 2024.

    Namun Burhanuddin lantas membeberkan hasil survei lembaganya. Meskipun Anies menempati peringkat pertama sebagai calon gubernur jika pemilu diadakan hari ini, kata Burhanuddin, elektabilitas Anies sebenarnya tak terlampau tinggi.

    "Sebenarnya kekhawatiran terhadap Anies akan menang mudah di 2022 jika pilkada tetap diadakan, itu menurut saya berlebihan," kata Burhanuddin.

    Dia mengimbuhkan, pihak-pihak yang keberatan atau khawatir Anies Baswedan menang dengan mudah jika digelar Pilkada DKI 2022 mestinya menyodorkan lawan yang kuat untuk melawan gubernur inkumben itu.

    Baca juga: Anies Baswedan Ajak Duta Besar Gowes Sekalian Coba Jalur Sepeda Permanen

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.