Rencana Pelaporan Pengacara Setya Novanto Dinilai Tak Berdasar

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adjie saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 20 Februari 2015. Indriayanto Seno Adjie menjadi Plt Pimpinan KPK bersama Johan Budi dan Taufiqurrahman Ruki, menggantikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Partai Demokrat melaporkan pengacara Setya Novanto atas tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dianggap tak berdasar. Menurut guru besar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji, tak ada pelanggaran yang dilakukan advokat Firman Wijaya saat mendampingi Setya Novanto di pengadilan.

Menurut Indriyanto, proses tanya-jawab di persidangan dilakukan dalam rangka menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai seorang advokat.

“Karena itu, tidak dapat dituntut secara pidana dan digugat secara perdata,” kata Indriyanto saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 Januari 2018.

Baca juga: Nama SBY Disebut di Sidang E-KTP, Demokrat: Ada yang Merancang

Bila benar perkara Firman dibawa ke kepolisian, laporan bisa diterima. Namun, kata Indriyanto, proses selanjutnya bergantung pada perlindungan hukum, terutama terkait dengan imunitas advokat. Artinya, perlu dipertimbangkan apakah advokat yang dilaporkan telah menjalankan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) sesuai dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Sebelumnya, salah satu anggota Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ardy Mbalembout, mengklaim akan melaporkan Firman ke Polda Metro Jaya. Partainya menilai, Firman telah mencemarkan nama baik mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Tuduhan itu terkait dengan kesaksian anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat periode 2009-2014, Mirwan Amir, dalam sidang terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, pada Kamis, 25 Januari 2018. Ketika bersaksi, Mirwan menyebut nama SBY setelah dicecar beberapa pertanyaan oleh Firman Wijaya. Pertanyaan dan jawaban dari keduanya dianggap fitnah karena tak berlandaskan bukti.

Baca juga: Mirwan Sebut SBY di Proyek E-KTP, Setya Novanto: Saya Kaget Juga

Ardy juga mengatakan akan melaporkan Firman ke dewan kehormatan advokat yang menaunginya. “Minimal Firman Wijaya meminta maaf kepada Demokrat dan Pak SBY,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Firman membantah telah mencemarkan nama baik SBY. Ia merasa pengacara memiliki hak menguji saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum ke persidangan.






Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

7 jam lalu

Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan memutuskan mencabut izin pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Ia mengeluarkan peraturan gubernur.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

2 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

2 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

5 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

6 hari lalu

PDIP Terus Singgung Pemilu 2009 Curang, Ini Kata Pengamat

Pengamat menilai alasan PDIP menganggap Pemilu 2009 diwarnai kecurangan cukup kuat.


Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

6 hari lalu

Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

Partai Demokrat dan Partai NasDem menyatakan peluang koalisi mereka segera terbentuk cukup besar.


SBY Duga Bakal Ada Kecurangan di Pemilu 2024, Fadli Zon: Pemilu Kita Belum Jujur dan Adil

7 hari lalu

SBY Duga Bakal Ada Kecurangan di Pemilu 2024, Fadli Zon: Pemilu Kita Belum Jujur dan Adil

Fadli Zon mengatakan sah-sah saja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan akan turun gunung karena Pemilu 2024 disinyalir tidak adil.


Megawati Soekarnoputri Beri Pengarahan Kepada 93 Kepala Daerah Kader PDIP, Ganjar Pranowo Hadir

8 hari lalu

Megawati Soekarnoputri Beri Pengarahan Kepada 93 Kepala Daerah Kader PDIP, Ganjar Pranowo Hadir

Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada 93 kepala daerah kader PDIP. Pengarahan digelar ditengah situasi politik yang menghangat.


Bela Anies Baswedan, Partai Demokrat Dinilai Bisa Dapat Efek Ekor Jas

8 hari lalu

Bela Anies Baswedan, Partai Demokrat Dinilai Bisa Dapat Efek Ekor Jas

Partai Demokrat dinilai bisa mendapatkan efek ekor jas lebih besar jika mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.


Panas Dingin PDIP dan Demokrat, Tapi Keduanya Punya Pendapat Sama Soal Ini

9 hari lalu

Panas Dingin PDIP dan Demokrat, Tapi Keduanya Punya Pendapat Sama Soal Ini

PDIP dan Partai Demokrat sering saling lontar pernyataan 'panas'. Namun, tak membaiknya hubungan 2 partai ini, keduanya sepakat untuk soal ini.