Buya Syafii Minta Bambang Soesatyo agar DPR Tak Melegalkan LGBT

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo mengatakan kegemarannya mengoleksi mobil mewah dilakukan sejak menjadi wartawan. Saat ia menjadi wartawan pada 1985, ia sudah mulai membeli Volvo sebagai mobil pertamanya. dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Bambang Soesatyo mengatakan kegemarannya mengoleksi mobil mewah dilakukan sejak menjadi wartawan. Saat ia menjadi wartawan pada 1985, ia sudah mulai membeli Volvo sebagai mobil pertamanya. dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mendapatkan nasihat dari cendekiawan muslim, Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii. Salah satunya adalah untuk mencegah upaya legalisasi pasangan sejenis atau LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Nasihat itu disampaikan saat Bambang mengunjungi Buya di kediamannya.

    Menurut Bambang, Buya Syafii meminta DPR jangan sampai membuat undang-undang yang melegalkan pernikahan pasangan sejenis atau LGBT. "Buya secara tegas meminta kepada saya agar DPR tidak membuat undang-undang yang melegalkan LGBT, bertentangan dengan jiwa Pancasila," ujarnya, Ahad, 21 Januari 2018.

    Baca: Rudiantara Minta Google Blokir Aplikasi Bermuatan LGBT

    Bambang pun berjanji akan melaksanakan amanat dari Buya Syafii. Ia bahkan siap mempertaruhkan jabatannya jika DPR sampai membuat undang-undang yang melegalkan pernikahan pasangan sejenis.

    Tak hanya nasihat soal pernikahan sejenis (LGBT), Bambang mengaku mendapatkan banyak nasihat dari mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu. "Pertemuan dengan buya Syafii berlangsung hangat dan banyak canda, meskipun Buya banyak memberikan nasihat," ujar Politikus Golkar yang baru diangkat sebagai Ketua DPR itu.

    Baca juga: Ketua MPR Zulkifli Hasan: Tolak LGBT

    Buya yang juga menjabat sebagai salah satu presidium Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Idieologi Pancasila juga meminta Bambang agar mengembalikan keadaban DPR agar dalam penyusunan perundang-undangan bersih dari kepentingan kelompok dan transaksional. "Buya menyarankan agar penataan perundang-undangan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," kata Bambang Soesatyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.