BNPB: 3.721 Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membersihkan material tanah longsor yang menimpa rumah milik seorang warga di Kampung Cimanggala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 16 Desember 2019. Curah hujan yang tinggi di daerah tersebut mengakibatkan satu rumah tertimpa tanah longsor dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ANTARA

    Warga membersihkan material tanah longsor yang menimpa rumah milik seorang warga di Kampung Cimanggala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 16 Desember 2019. Curah hujan yang tinggi di daerah tersebut mengakibatkan satu rumah tertimpa tanah longsor dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2019. Data ini diperbaharui per tanggal 23 Desember 2019 pukul 10.00 WIB.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo mengatakan jumlah kejadian bencana alam di Indonesia tercatat 3.721 peristiwa. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya, hingga 15 Desember 2019, terjadi 3622 bencana alam. "3721, terdiri atas 1.339 kali puting beliung, 746 kebakaran hutan, 757 kali banjir, 702 kali tanah longsor, 123 kali kekeringan, 29 kali gempa bumi, 18 kali gelombang pasang atau abrasi dan 7 kali letusan gunung api." Agus menyampaikannya melalui keterangan tertulis pada Senin 23 Desember 2019.

    Dari 8 bencana itu, jumlah korban akibat bencana tercatat ada 477 orang meninggal dunia, 109 orang hilang, dan 3.415 orang luka-luka. "6.111.901 orang menderita dan mengungsi."

    Kerusakan rumah yang ditimbulkan akibat bencana tercatat 72.992 unit rumah. Jumlah itu terdiri dari 15.747 unit rumah rusak berat, 14.519 unit rumah rusak sedang, dan 42.726 unit rumah rusak ringan.

    Bencana juga merusak fasilitas umum. BNPB mencatat adanya 2.011 unit yang rusak. Terdiri dari 1.119 fasilitas pendidikan, 681 fasilitas peribadatan dan 211 fasilitas kesehatan. "Kerusakan kantor akibat bencana sebanyak 270 unit dan jembatan sebanyak 437 unit," ujarnya.

    Secara keseluruhan, kejadian bencana paling banyak terjadi di Jawa tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh dan Sulawesi Selatan. Kabupaten yang paling banyak terjadi gempa adalah Bogor, Semarang, Magelang, Majalengka dan Sukabumi. "Jawa memang banyak bencana," ujar Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.