Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mayat Dalam Toren Diautopsi, Ini Prosedur Autopsi yang Perlu Diketahui

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Autopsi menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan penyebab kematian seseorang. Dalam kasus terbaru, penemuan mayat di toren rumah milik warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, hasil autopsi menunjukkan sejumlah fakta baru: korban sempat pesta sabu dan masih hidup saat tenggelam. Lantas bagaimana prosedur autopsi yang perlu masyarakat tahu?

Diberitakan sebelumnya, pada Senin malam, 27 Mei 2024 lalu masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat di dalam toren rumah milik warga Gang Samid Sian, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Jenazah tersebut kemudian diketahui bernama Devi Karmawan atau DK alias Devoy, 27 tahun. Devoy diduga seorang bandar narkoba.

Sebelum penemuan mayat Devoy, Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan polisi menangkap seorang kurir narkoba inisial AA. Dari AA kemudian diketahui ada pesta sabu di sebuah rumah kosong yang diadakan korban di dekat rumahnya. Polisi lalu mengadakan operasi penangkapan Devoy yang diduga bandar narkoba tersebut.

Namun, saat penangkapan rumah Devoy dalam keadaan kosong, yang bersangkutan menyembunyikan diri. Beberapa waktu berselang, ditemukan seorang mayat di dalam toren tersebut. AA memberikan keterangan bahwa Devi Karmawan adalah bos narkoba yang menyuruhnya mengambil sabu di wilayah Jakarta Barat. 

Kepala Rumah Sakit atau RS Polri Brigjen Hariyanto mengatakan, berdasarkan hasil autopsi saat terendam atau tenggelam di dalam toren, kondisi Devoy masih hidup. Selain itu, tidak ada luka pada tubuh mayat. Baik luka akibat senjata tajam maupun benda tumpul. Korban meninggal karena kehabisan napas.

“Saat terendam atau tenggelam di air, kondisi masih hidup. Tidak ada luka di tubuh. Baik karena luka benda tumpul maupun benda tajam,” kata Hariyanto, pada Selasa, 28 Mei 2024.

Sementara itu, Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan korban tidak dalam keadaan mabuk akibat alkohol saat tenggelam dalam toren. Kendati demikian, kata Kompol Bambang, hasil autopsi menunjukkan urine Devoy positif ganja dan metamfetamin alias sabu.

"Yang bersangkutan negatif alkohol tapi terkait narkotika, urine tersebut positif ganja dan metamfetamin," ujarnya, Rabu 29 Mei 2024. 

Mengenal autopsi 

Autopsi adalah prosedur medis dalam istilah kedokteran guna melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh orang yang sudah meninggal. Lazimnya, prosedur ini dilakukan guna mengetahui penyebab kematian seseorang. Baik karena mati wajar atau karena pembunuhan.

Namun, tidak sembarang orang dapat melakukan autopsi. Sebab, prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang kompeten. Dinukil dari Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan terbitan 2019, dokter bedah mayat yang dimaksud hanya dari bidang kedokteran forensik dan kriminalistik. Namun, secara teori semua ilmu cabang forensik digunakan sesuai perkara yang dialami.

Proses autopsi juga tak bisa dilakukan suka-suka. Perlu adanya surat Visum et Repertum (V.e.R) dari pihak kepolisian dan surat persetujuan dari keluarga jenazah. Meski begitu ada pengecualian. Autopsi tidak perlu izin dari keluarga bila identitas mayat tidak jelas. Dokter dapat langsung membedah mayat tersebut demi mendapat keterangan penyebab kematian.

Lantas mengapa mayat perlu diketahui penyebab kematiannya? Autopsi dapat mengungkapkan apakah mayat meninggal secara normal atau dibunuh. Lantaran hidup adalah hak asasi yang harus dilindungi dan dihormati, penghilangan nyawa merupakan tindakan pidana. Sebab itu pelaku pembunuhan harus diadili.

Hasil autopsi dapat menjadi bukti untuk menjerat pelaku. Beleid hasil autopsi bisa menjadi bukti ini termuat dalam KUHP tahun 1981 Pasal 184 ayat (1). Regulasi ini menentukan bahwa yang dimaksud dengan alat bukti, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan dakwa.

Prosedur Autopsi yang perlu masyarakat tahu

Secara mendetail prosedur autopsi akan berbeda-beda tergantung keperluan dan perizinan yang didapatkan. Namun, secara umum, menurut Johns Hopkins Medicine, prosedur autopsi dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Pemeriksaan visual secara menyeluruh pada tubuh, termasuk organ internal.

2. Pemeriksaan mikroskopis, kimia, dan mikrobiologi terhadap organ, cairan, dan jaringan pada tubuh.

3. Dalam beberapa kasus, organ yang diperiksa perlu diambil dan diawetkan guna pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

4. Pada kasus lain, organ tubuh yang diperiksa dapat pula dikembalikan pada tempat semula sebelum dikembalikan pada keluarga guna keperluan pemakaman atau penguburan. 

5. Kemudian, laporan autopsi dibuat berdasarkan hasil tes laboratorium dan diberikan kepada pihak berwenang.

Umumnya, rangkaian prosedur autopsi akan berlangsung selama 2-4 jam. Tetapi, hasil tes laboratorium terhadap cairan atau jaringan tubuh tertentu baru dapat dilaporkan setelah beberapa hari proses autopsi dilakukan.

HENDRIK KHOIRUL MUHID | MUHAMMAD IQBAL | FATHUR RACHMAN | ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Pilihan Editor: Luka Berkurang Setelah Autopsi Kedua 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Adalah Jasad Pegawai TPST Bantargebang

5 hari lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Adalah Jasad Pegawai TPST Bantargebang

Mayat pria ditemukan mengapung di saluran penampungan air kantor TPST Bantargebang, Kota Bekasi dalam kondisi terikat dan terbungkus karung.


Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Ditemukan Mengapung di Bantargebang

5 hari lalu

Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Ditemukan Mengapung di Bantargebang

Mayat pria ditemukan mengapung di saluran penampungan air belakang kantor TPST Bantargebang. Jadi mangsa biawak.


Soal Ekshumasi Jenazah Afif Maulana, LBH Padang Sebut Masih Koordinasi

14 hari lalu

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) kembali menggelar aksi Kamisan ke-821 merefleksi kematian Afif Maulana (13), bocah 13 tahun yang diduga disiksa oleh polisi di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis 4 Juli 2024. Direktur LBH Padang Indira Suryani mengungkapkan ada keterangan Kepolisian yang berubah-ubah dalam kasus kematian Afif Maulana yang diduga tewas karena dianiaya anggota Polri. TEMPO/Subekti.
Soal Ekshumasi Jenazah Afif Maulana, LBH Padang Sebut Masih Koordinasi

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Indira Suryani, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi soal ekshumasi dan autopsi ulang jasad Afif Maulana.


Pemuda di Malang Tewas Misterius Usai 2 Hari Kabur dari Rumah, Polisi Gali Keterangan dari 9 Saksi

14 hari lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Pemuda di Malang Tewas Misterius Usai 2 Hari Kabur dari Rumah, Polisi Gali Keterangan dari 9 Saksi

Polres Malang telah memeriksa 9 orang saksi untuk mengungkap penyebab kematian seorang pemuda di rumahnya. Memunculkan spekulasi di masyarakat.


Polisi Sebut Pemuda yang Tewas Misterius di Malang Sempat Tak Pulang 2 Hari

15 hari lalu

Ilustrasi mayat. AFP/JEFF PACHOUD
Polisi Sebut Pemuda yang Tewas Misterius di Malang Sempat Tak Pulang 2 Hari

Polres Malang mengatakan pemuda yang tewas misterius di rumahnya sempat tidak pulang dua hari.


Istilah Malingering Mencuat Saat Pemeriksaan Putri Candrawathi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

15 hari lalu

Timsus menemukan fakta bahwa Yosua tak terlibat tembak menembak, melainkan ditembak oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo. Bharada E juga menyatakan Ferdy menuntaskan eksekusi itu dengan melepaskan dua tembakan ke kepala Yosua. Polisi pun akhirnya menyatakan tak ada pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri. Foto : Tiktok
Istilah Malingering Mencuat Saat Pemeriksaan Putri Candrawathi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Istilah malingering pernah mengemuka saat pemeriksaan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo dalam kasus Pembunuhan Brigadir J. Ini artinya.


Misteri Mayat Tanpa Kelamin di Tepian Sungai Ciliwung: Mulut Tersumpal dan Tak Berbusana

16 hari lalu

Petugas mengevakuasi mayat di Sungai Ciliwung, Kampung Parakan Kembang, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 4 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO-Humas Polres Bogor
Misteri Mayat Tanpa Kelamin di Tepian Sungai Ciliwung: Mulut Tersumpal dan Tak Berbusana

Kepolisian Sektor Sukaraja Polres Bogor menyelidiki penemuan mayat pria dengan kondisi tanpa kelamin di tepian Sungai Ciliwung, Cilebut


Mayat Pegawai Koperasi Dicor di Toko, Polisi Periksa Istri Tersangka Utama

17 hari lalu

Tersangka ANT pembunuhan dan pengecoran pegawai koperasi di Palembang saat digiring kepolisian di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 29 Juni 2024. Foto: ANTARA/ M Imam Pramana
Mayat Pegawai Koperasi Dicor di Toko, Polisi Periksa Istri Tersangka Utama

Kasus mayat dicor ini terungkap setelah aparat Polrestabes Palembang mengusut laporan orang hilang


2 Fakta di Balik Peristiwa Mutilasi di Garut

20 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
2 Fakta di Balik Peristiwa Mutilasi di Garut

Mayat yang diduga sebagai korban mutilasi itu ditemukan di tepi jalan lintas Selatan Jawa Barat, tepatnya di Kampung Bantar Limus, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, pada Minggu, 30 Juni 2024.


87 Orang Tewas Terinjak-injak pada Acara Keagamaan di India

21 hari lalu

Anak kecil terjebak di tengah kerumunan massa yang tak terkendali saat menghadiri festival Maha Pushkaralu di tepi sungai Godavari, Rajahmundry, India, 14 Juli 2015. 27 orang tewas dan 40 luka-luka akibat terinjak-injak saat berebut untuk memasuki gerbang Sungai Godavari. REUTERS/R Narendra
87 Orang Tewas Terinjak-injak pada Acara Keagamaan di India

Setidaknya 87 orang tewas setelah terjadi desak-desakan di sebuah acara keagamaan di Uttar Pradesh, India.