Alasan KPK Periksa Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor (tengah), di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 22 Januari 2018. Ia diperiksa untuk tersangka Fredrich Yunadi. TEMPO/Lani Diana

    Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor (tengah), di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 22 Januari 2018. Ia diperiksa untuk tersangka Fredrich Yunadi. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri terdakwa Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, memenuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan komisi antirasuah memerlukan klarifikasi dari Deisti ihwal kecelakaan mobil Setya di kawasan Permata Hijau pada Kamis malam, 16 November 2017.

    "Saksi kita pandang mengetahui sebagian peristiwa di tanggal 15 November 2017 dan 16 November 2017," kata Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, 22 Januari 2018.

    Baca juga: Istri Setya Novanto: Suami Saya Pasti Akan Kooperatif

    Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi. Fredrich disangka melakukan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan perkara Setya. Ia merupakan mantan pengacara Setya.

    Deisti tiba di gedung KPK pukul 10.24 dan keluar pukul 17.36. Ketika dilontarkan beberapa pertanyaan oleh wartawan, Deisti tak menjawab. Ia langsung berjalan menuju mobil hitam bernomor polisi B-1676-LBS.

    Sehari sebelum kecelakaan, KPK hendak menjemput paksa Setya di rumahnya di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Melawai, Jakarta Selatan. Namun Setya tiba-tiba menghilang. Saat itu, Setya tak ada di rumah meski petugas KPK menyatroni rumahnya hingga dinihari.

    Baca juga: Setya Novanto dan Istri Diperiksa, KPK Cari Tersangka Lain

    Ketika kejadian tersebut, kata Febri, Deisti ada di rumah. Karena itu, KPK perlu informasi dari istri kedua Setya itu.

    "Kita cari tau sejauh mana saksi mengetahui keberadaan SN pada saat itu," ujar Febri.

    Setya Novanto diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik. Jaksa penuntut umum KPK menyangka Setya telah menerima aliran dana dari proyek megakorupsi itu sebesar US$ 7,3 juta. Kerugian keuangan negara akibat korupsi ini diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.