Sidang E-KTP, Saksi Beberkan Pertemuan dengan Setya Novanto

Ekspresi terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto saat mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 15 Januari 2018. Jaksa KPK berupaya mengonfirmasi aliran dana korupsi e-KTP yang diterima Setya Novanto. ANTARA/Hafidz Mubarak

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Sisco Systems Indonesia, Charles Sutanto Ekapraja, menjadi saksi untuk terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto. Dalam kesaksiannya, Charles mengaku diperkenalkan kepada Setya melalui Made Oka Masagung, sebelum proyek e-KTP berlangsung.

Charles mengakui adanya proyek e-KTP melalui Johannes Marliem, Direktur Biomorf Mauritius. Setelah itu, Charles menanyakan kebenaran dari adanya proyek tersebut kepada Made Oka Masagung, bekas Direktur PT. Gunung Agung.

Baca: Sidang Setya Novanto, Jaksa Hadirkan Andi Narogong sebagai Saksi

"Made Oka bilang saya akan mengecek. Kira-kira sebulan kemudian ditelepon, 'You ke kantor saya, dan pakai mobil dia, ternyata saya diajak bertemu di rumah Pak Novanto," kata Charles saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 22 Januari 2018. Pertemuan dilakukan di rumah Setya di Jalan Wijaya XIII, selepas Maghrib.

Dalam pertemuan itu, Setya menanyakan keahlian Charles yang saat itu bekerja sebagai Country Manager HP. Selepas pertemuannya, Charles menanyakan peran Setya kepada Made Oka. "Dia (Made Oka) bilang ikuti saja prosesnya," kata Charles.

Charles mengatakan pernah bertemu dengan Setya di Gedung DPR. "Waktu itu ramai-ramai makan siang di DPR," kata dia. Charles mengatakan setiap pertemuan dengan Setya selalu berasal dari inisiatif dari Made Oka.

Baca juga: KPK Telah Dapatkan Kronologi Kecelakaan Setya Novanto

Pada pertemuan ketiga, Charles juga bertemu dengan Setya Novanto di rumahnya setelah menerima panggilan dari Made Oka. Di rumah Setya, Charles juga bertemu dengan Paulus Tannos. "Saya ditanya, cost kartu untuk produksi berapa? Saya jawab kalau pengalaman HP di Amerika Serikat, cost sekitar 2-3 dollar per id," kata dia.

Ketika itu, Charles juga ditanya kemungkinan menggunakan chip kartu dari negara lain. Namun, HP, kata dia, tidak punya pengalaman dalam hal itu. "Saya bilang HP tidak pernah keluar menggunakan chip dari standar umum. Secara umum chip yang dibutuhkan punya standar ISO tertentu," kata dia.






Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

6 jam lalu

Hakim Agung Kena OTT KPK, Adanya Mafia Peradilan Tak Lagi Samar-samar?

Hakim Agung Dimyati ditetapkan sebagai tersangka bersama 9 orang lainnya dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara KSP Intidana.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

8 jam lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

9 jam lalu

Firli Bahuri Sebut KPK Akan Kejar dan Tangkap Perampok Anggaran Petani

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan bakal menjerat siapa pun yang melakukan korupsi program kesejahteraan petani jika memiliki kecukupan alat bukti.


4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

11 jam lalu

4 Kasus Suap Jual-Beli Putusan yang Mengguncang Mahkamah Agung

Sebelum Sudrajad Dimyati, Mahkamah Agung pernah juga tercoreng oleh kasus-kasus suap lainnya yang ditangani KPK.


Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

12 jam lalu

Dana Otsus Papua, Stafsus Sri Mulyani: Dukungan Fiskal Rp 1.092 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menjelaskan Dana Otsus Papua yang sebelumnya disinggung oleh Mahfud MD.


MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

13 jam lalu

MAKI Sebut Lukas Enembe Terlacak Main Judi di 3 Negara Ini

PPATK menemukan dugaan aliran dana jumbo dari Lukas Enembe ke kasino-kasino judi di luar negeri.


MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

14 jam lalu

MAKI Punya Bukti Lukas Enembe Cukup Sehat untuk Bisa Diperiksa KPK

Menurut MAKI, perjalanan yang kerap dilakukan Lukas Enembe itu menunjukkan bahwa Lukas seharusnya bisa memenuhi panggilan KPK pada Senin besok.


KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

16 jam lalu

KPK Diminta Usut Dugaan Suap Rekrutmen Hakim Agung

Boyamin mengapresiasi kinerja KPK yang mampu mencetak rekor dengan menetapkan seorang hakim agung sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati.


Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

17 jam lalu

Gonjang ganjing Mahfud MD Soroti Dana Otsus Papua Rp 1.000 Triliun, Apa Masalahnya?

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan dana Otsus Papua sejak 2001 yang dikeluarkan pemerintah mencapai angka Rp 1.000 triliun. Apa masalahnya?


KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

1 hari lalu

KPK Usul MA Rotasi Pegawainya Setiap Dua Tahun agar Suap Hakim Agung Tak Terulang

Alexander Marwata mengatakan KPK memberikan rekomendasi ke Mahkamah Agung untuk secara rutin merotasi pegawainya