Polisi Usut Insiden Keraton Surakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dari kubu dewan adat Keraton Surakarta menyisir tempat tinggal Paku Buwana XIII untuk membubarkan acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Paku Buwana XIII di Sasana Narendra, Solo, (26/8). Tempo/Ahmad Rafiq

    Seorang dari kubu dewan adat Keraton Surakarta menyisir tempat tinggal Paku Buwana XIII untuk membubarkan acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Paku Buwana XIII di Sasana Narendra, Solo, (26/8). Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Surakarta--Kepolisian Resor Kota Surakarta saat ini menangani dugaan pelanggaran pidana yang terjadi dalam konflik Keraton Surakarta. Mereka belum menetapkan tersangka lantaran penanganan baru dalam tahap penyelidikan.

    "Untuk sementara ada dua kasus yang ditangani," kata Kepala Polresta Surakarta, Komisaris Besar Asdjima'in saat ditemui, Selasa 27 Agustus 2013. Kasus pertama berupa perusakan pintu masuk ke Sasana Putra yang merupakan benda cagar budaya. Sedangkan kasus kedua adalah laporan mengenai penyekapan terhadap Paku Buwana XIII di dalam keraton. Polisi juga sedang mendalami informasi adanya senjata tajam dalam konflik itu.

    Menurutnya, saat ini polisi sudah memintai keterangan terhadap empat orang saksi. Selain itu, polisi juga sudah menyita sejumlah barang bukti berupa tongkat pemukul dan potongan pintu. Meski demikian, polisi belum menyita mobil yang digunakan untuk mendobrak pintu Sasana Putra. "Masih dalam pemyelidikan," katanya beralasan.

    Asdjima'in menyebutkan bahwa polisi harus melakukan verifikasi atas informasi dan keterangan dari para saksi. Termasuk, pengakuan dari Paku Buwana XIII yang menyatakan bahwa dia telah memerintahkan pendobrakan tersebut. "Semuanya harus dikroscek," katanya.

    Selain menangani dugaan pelanggaran pidana, polisi juga terus berupaya memulihkan situasi dalam keraton. Menurutnya, situasi sudah mulai kondusif. Melalui para kuasa hukum, kedua belah pihak sudah membuat kesepakatan agar tensi kembali normal. Salah satu poin kesepakatan adalah saling menghormati batas wilayah yang selama ini menjadi tempat aktivitas bagi kedua kubu.

    Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Dwi Priyatno mengatakan bahwa polisi tidak akan melakukan intervensi terhadap konflik di dalam keraton. "Untuk yang bertikai secara internal silakan diselesaikan secara internal," katanya.

    Dalam konflik tersebut, polisi hanya bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Dia juga menegaskan bahwa polisi juga akan melakukan penanganan jika terjadi pelanggaran hukum. "Kami juga akan menindaklanjuti setiap laporan," katanya.

    AHMAD RAFIQ


    Terhangat:
    Konflik Keraton Solo | Suap SKK Migas | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim

    Berita terkait:
    Mobil Hardtop Jebol Pintu Keraton Surakarta

    Raja Pakubuwono XIII Disandera?

    Keraton Surakarta Ribut, Kelompok Silat Dikerahkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.