Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pengakuan Eksistensi Suku Andio di Ultah Kabupaten Banggai ke-61

Reporter

image-gnews
Pakaian adat suku Andio Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah - Dok. Norma Anggo
Pakaian adat suku Andio Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah - Dok. Norma Anggo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah belum lama ini, Amirudin Tamoreka selaku Bupati Banggai menegaskan kembali eksistensi Suku Andio yang terletak di wilayah Kecamatan Masama dan Lamala, pada 10 Juli lalu.

“Jika sebelumnya kita mengenal ada tiga suku, Banggai, Balantak, dan Saluan (Babasal). Maka mulai saat ini, ada satu suku lagi, yakni Suku Andio, sehingga menjadi Babasalan," ujar Amirudin.

"Suku Andio merupakan salah satu suku minoritas yang berada dilembah gunung tompotika yang kini mendiami lembah Masama tepatnya di wilayah kecamatan Masama kabupaten Banggai Sulawesi Tengah," ujar seorang warga Suku Andio, Norma Anggo yang juga Guru MTsN 2 Banggai, Desa Tangeban, Kecamatan Masama.

Suku Andio yang menjadi minoritas disebabkan keberadaannya yang hanya terdapat di dua desa yaitu, Tangeban dan Taugi. Kedua desa tersebut terletak di Kecamatan Masama yang terdiri dari 14 desa. Jika tersebar di wilayah lain, terjadi karena perkawinan dan masyarakat Suku Andio yang bekerja di luar daerah tersebut.

Wilayah adat Suku Andio terbentang dari Lomba hingga Sinsiok di Bantayan. Keberadaan Suku Andio mulai dikenal sejak pecahnya Kerajaan Tompotika pada 1580 lalu. Sedangkan penamaan ‘Andio’ diambil dari nama seorang pemuda yang memiliki sikap santun, kritis, cerdas dan Bijak.

Karena pemuda tersebut terkenal pandai dan santun dalam bertutur kata, sehingga bahasa yang digunakannya dijadikan menjadi bahasa resmi Suku Andio yang disebut dengan, Bahasa Andio. Selain menggunakan Bahasa Andio, masyarakat suku ini juga paham dengan bahasa dari suku lainnya seperti Balantak dan Saluan.

Terkait penegasan eksistensi Suku Andio pada HUT Kabupaten Banggai ke-61, Kepala Suku Andio atau yang dikenal dengan Bossano, Rahmat Djalil, memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Banggai karena sudah mengakui keberadaan Suku Andio.

GERIN RIO PRANATA 

Baca: Perairan Banggai Brother's Surga Memancing di Sudut Sulteng

 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

PLN Minta PMN Rp 3 Triliun untuk Kejar Target Desa Berlistrik 100 Persen pada 2027

8 hari lalu

Sejumlah petugas memperbaiki jaringan listrik yang terputus akibat banjir bandang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 8 April 2021. Pemulihan infrastruktur dilakukan untuk kembali menghidupkan perekonomian masyarakat setempat pascabencana alam yang terjadi pada 4 April tersebut. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
PLN Minta PMN Rp 3 Triliun untuk Kejar Target Desa Berlistrik 100 Persen pada 2027

PLN mengajukan PMN senilai Rp 3 triliun untuk program listrik desa, agar mampu mencapai target rasio desa berlistrik 100 persen pada 2027.


Pria Menikah Juga Bisa Kesepian, Berikut Tandanya

9 hari lalu

Ilustrasi pasangan bermasalah. Shutterstock.com
Pria Menikah Juga Bisa Kesepian, Berikut Tandanya

Pernikahan tak bisa begitu saja melepaskan orang dari kesepian. Berikut beberapa tanda laki-laki yang kesepian meski sudah menikah.


Upaya Melestarikan Sejarah Desa di Malang Lewat Buku

11 hari lalu

Wisata Desa Pujon Kidul Malang mampu memadukan sanitasi dan pariwisata. TEMPO/Eko Widianto
Upaya Melestarikan Sejarah Desa di Malang Lewat Buku

Tak banyak desa di Malang yang memiliki catatan sejarah yang didokumentasikan dalam bentuk buku


Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pemerataan Pembangunan

21 hari lalu

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis 27 Juni 2024.
Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pemerataan Pembangunan

Undang-Undang Desa dapat merestorasi peran dan eksistensi desa secara fundamental.


Bank BJB Berkomitmen Dukung Kemajuan Ekonomi Desa

23 hari lalu

CEO Regional IV bank bjb Adie Arief Wibawa beserta jajaran serta Ketua APDESI Provinsi Banten Uhadi S.H. beserta jajaran, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M. Moesa, DPMD Provinsi Banten, DPMPD Kab di wilayah Banten, dan DISKOMINFO Kab di Wilayah Banten saat acara
Bank BJB Berkomitmen Dukung Kemajuan Ekonomi Desa

Kegiatan ini selaras dengan misi bank bjb untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa secara efektif dan optimal.


Ragam Alasan Orang Kehilangan Cinta dan Hubungan Berantakan

27 hari lalu

Ilustrasi pasangan bertengkar/berpisah. Shutterstock
Ragam Alasan Orang Kehilangan Cinta dan Hubungan Berantakan

Ada beberapa alasan kita tak cinta lagi pada pasangan sehingga berujung perpisahan. Berikut di antaranya.


Millie Bobby Brown Menikah di Usia 20 Tahun, Pakar Sebut Konsekuensi Kawin Muda

41 hari lalu

Millie Bobby Brown dan Jake Bongiovi (Instagram/@milliebobbybrown)
Millie Bobby Brown Menikah di Usia 20 Tahun, Pakar Sebut Konsekuensi Kawin Muda

Millie Bobby Brown, 20 tahun, baru-baru ini menikah dengan Jake Bongiovi yang berumur 22 tahun. Ini untung rugi kawin muda.


Pendapat Pengacara Perceraian tentang Kualitas Pasangan Idaman

48 hari lalu

Ilustrasi pasangan bertengkar/berpisah. Shutterstock
Pendapat Pengacara Perceraian tentang Kualitas Pasangan Idaman

Berikut pendapat para pengacara perceraian mengenai kualitas pasangan yang dibutuhkan agar hubungan dan pernikahan langgeng.


Influencer Asal Jepang Sempat Sebut Depok Sebagai Desa

49 hari lalu

Tragedi SMK Lingga Kencana
Influencer Asal Jepang Sempat Sebut Depok Sebagai Desa

Influencer asal Jepang Asahina Mana sempat salah menyebut Depok sebagai Desa. Ia juga terkejut dengan kemacetan lalu lintas di Depok.


Longsor Landa 6 Desa Papua Nugini, Korban Jiwa Diduga Lebih dari 100 Orang

55 hari lalu

Orang-orang membawa tas pasca bencana tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini, 24 Mei 2024, dalam gambar diam yang diperoleh dari sebuah video. Andrew Ruing/Handout via REUTERS
Longsor Landa 6 Desa Papua Nugini, Korban Jiwa Diduga Lebih dari 100 Orang

Bencana longsor dahsyat melanda enam desa terpencil di Papua Nugini, korban jiwa diduga mencapai lebih dari 100 orang.