Fatwa Haram Vape, Muhammadiyah Minta Rokok Elektrik Dilarang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram vape atau rokok elektronik. 

    Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, mengatakan salah satu alasannya adalah faktor kesehatan.  

    "Merokok elektronik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, karena kategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan," kata Wawan dalam forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 24 Januari 2020.

    Wawan mengatakan, seperti rokok konvensional, rokok elektrik juga mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan.

    Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau.  Termasuk, kata dia, penjualan secara daring, distribusi, iklan, promosi, dan sponsorship. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.