Senin, 22 Oktober 2018

Dahnil Anzar: Modal Hape dan Ngafe, Politik Kita Jadi Baper

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. Tempo/Friski Riana

    Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melihat adanya ancaman demokrasi atas kemunculan anak muda yang kini terjun ke politik. "Karena anak-anak muda yang terjun ke politik, modal dan model demokrasinya hanya HP (handphone) dan ngafe," kata Dahnil dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca juga:  Polisi Tetapkan Ratna Sarumpaet sebagai Tersangka

    Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga itu pun menceritakan proses panjang yang dilaluinya sebagai aktivis, sebelum terjun ke dunia politik. Saat itu, kata dia, berdebat menjadi hal yang biasa, namun tak memutus tali silaturahmi dengan lawan debatnya. Tetapi, Dahnil mengatakan, anak muda yang terjun ke politik saat ini tidak demikian.

    "Saya bisa beda dengan siapapun tapi tidak pernah memutus tali silaturahim. Saya beda dengan PKB, tapi dengan Cak Imin saya bisa bersilaturahim dengan biasa. Maksud saya, politik kita tampil jadi politik yang baper karena modal HP dan ngafe, jadi politiknya alay," kata dia.

    Baca juga: Imigrasi: Ratna Sarumpaet Telah Dicegah ke Luar Negeri

    Menurut Dahnil Anzar, anak muda berpolitik saat ini menganggap orang lain sebagai musuh jika berbeda pilihan politik. Sehingga, ia melihat politik saat ini sudah tidak lagi menjadi ajang adu gagasan dan argumentasi.

    Padahal, bagi Dahnil, politik merupakan seni merangkai argumentasi dan membangun nalar. "Karena enggak mampu merangkai argumentasi dan narasi yang baik, yang terjadi saling menjelekkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.