Kubu Prabowo Kaget Ratna Sarumpaet Berencana ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku kaget mengetahui Ratna Sarumpaet akan pergi ke Chile. Ia heran mengapa Ratna hendak pergi padahal tengah mengalami masalah hukum akibat berbohong soal pemukulan dan penganiayaan.

    Baca: Begini Kronologi Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

    "Kami tadi dengar kabar beliau mau ke Cile. Kami kaget juga, kok dia sedang bermasalah secara hukum kemudian mau ke Chile," kata Dahnil di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis malam, 4 Oktober 2018.

    Namun, Dahnil bersyukur Ratna bisa dicegah pergi. Ratna ditangkap oleh Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno Hatta. Kepala Polres Bandara Ajun Komisaris Besar Viktor Togi Tambunan mengatakan Ratna akan bepergian ke Cile.

    Dahnil mengatakan, tim Prabowo-Sandiaga mendukung penuh langkah kepolisian memproses kasus Ratna. "Tentu kami mendukung pihak kepolisian untuk melakukan tindakan hukum yang adil terhadap Mbak Ratna," kata Dahnil.

    Baca: Polisi Telusuri Penyebar Data Nomor Rekening Bank Ratna Sarumpaet

    Setelah ditangkap, Ratna dibawa ke Markas Besar Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya. Tak lama, kepolisian menetapkan perempuan berusia 70 tahun itu sebagai tersangka.

    Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Jerry Siagian mengatakan Ratna ditetapkan sebagai tersangka lantaran mangkir dari pemeriksaan. Sebelumnya, kepolisian memanggil Ratna untuk diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks.

    Menurut Jerry, Ratna dipanggil sebagai saksi pada Senin, 1 Oktober 2018. Namun, Ratna tak merespons pemanggilan itu. "Kalau memang dia pergi atau apa kasih tahu dong kabarnya. Infokan karena ada acara, saya akan datang tanggal sekian. Ini tidak memberikan kabar, malah pergi," kata Jerry ketika dikonfirmasi, Kamis malam, 4 Oktober 2018.

    Baca: Jadi Tersangka Hoax, Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Penjara

    Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku mengalami pemukulan dan penganiayaan. Namun ia kemudian membuat pengakuan lagi bahwa tidak ada penganiayaan itu. Ia mengaku telah berbohong. Padahal, kabar itu telah dipercayai dan direspons oleh sejumlah tokoh publik, mulai dari Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan tokoh-tokoh lainnya. Prabowo bahkan sempat menggelar konferensi pers untuk membela Ratna yang awalnya merupakan anggota juru kampanye nasional di tim pemenangannya.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.