Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 10 Penumpang Tewas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bus Pariwisata yang membawa karyawan dealer motor Honda PT Catur Putra Grup Bogor mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang sedalam 25 meter di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akibat bus masuk jurang tersebut sebanyak 10 orang tewas.

    Baca juga: Bus Pariwisata Masuk Jurang di Lombok, Tiga Turis Tewas

    "Anggota kami saat ini masih membantu proses evakuasi korban yang masih berada di dalam jurang," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Pajri di Sukabumi, Sabtu, 8 September 2018.

    Informasi yang dihimpun dari pihak aparat keamanan jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 10 orang, luka berat tujuh orang dan luka ringan 13 orang dan empat orang lainnya masih terjebak dalam bangkai bus bernomor polisi B-7025-SAG di dalam jurang.

    Rencananya rombongan ini hendak berwisata arung jeram di wilayah Kecamatan Cikidang. Karyawan perusahaan otomotif tersebut berangkat dari Bogor dengan menggunakan empat minibus, namun saat tiba Kampung Bantar Selang, Desa/Kecamata Cikidang bus paling belakang yang mengangkut 31 karyawan dan dua awak bus tertinggal dan diketahui sudah masuk jurang.

    Baca juga: Bus Masuk Jurang Akibat Kesalahan Sopir

    Hingga saat ini proses evakuasi bus masuk jurang tersebut masih dilakukan, korban selamat sudah berada di RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan peratawan intensif sementara yang meninggal dunia dibawa ke kamar jenazah rumah sakit tersebut.

    Hingga saat ini wartawan yang meliput kejadian ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian karena masih membantu proses evakuasi, pendataan jumlah korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.