Saat SBY Menyinggung Perannya Lahirkan UU Keistimewaan Yogya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono dan istrinya menyambangi warung angkringan di Pendopo Lawas, Alun Alun Yogyakarta, 8 April 2018. SBY akan menggelar acara Ngopi Bareng SBY di tempat itu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono dan istrinya menyambangi warung angkringan di Pendopo Lawas, Alun Alun Yogyakarta, 8 April 2018. SBY akan menggelar acara Ngopi Bareng SBY di tempat itu. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyinggung perannya ketika di masa kepemimpinannya sebagai Presiden Indonesia ke 6 akhirnya berhasil melahirkan Undang Undang Keistimewaan Yogyakarta nomor 13 tahun 2012.

    Hal itu diungkapkan SBY manakala melantik jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-DI Yogyakarta di gedung Jogja Expo Center Senin siang 9 April 2018.

    Baca juga: Sebut Monarki, Warga Yogya Tuntut SBY Minta Maaf

    “Saya bersyukur kepada Allah SWT karena ketika masih memimpin Indonesia sebagai presiden, sejak Indonesia merdeka, kami akhirnya bisa melahirkan UU Keistimewaan Yogya,” ujar SBY di hadapan ratusan kader Demokrat se- DIY yang hadir.

    “Kader Demokrat yang bernama SBY itu, setelah melalui penggodokan yang panjang akhirnya hadir UU yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh saudara kita di Yogya ini,” ujar SBY.

    Lahirnya UU Keistimewaan itu, ujar SBY sebagai bukti bahwa ia secara pribadi selaku kader Demokrat, memberi perhatian penuh untuk memikirkan desain, struktur, dan tatanan pemerintahan yang berlaku di Yogya.

    Hadirnya UU Keistimewaan itu, ujar SBY, diharapkan memberi kehidupan warga Yogya makin baik, maju dan sejahtera.

    “Wajib hukumnya bagi kader Demokrat lain saat kader utamanya menjadi presiden dan melahirkan UU Keistimewaan itu, ikut mengawal dan membantu pemerintahan DIY sehingga UU itu membawa berkah dan mengubah keadaan,” ujarnya.

    Baca juga: Pertemuan SBY - Sultan Demi Muluskan RUUK Yogya

    SBY menginstruksikan para kader Demokrat terutama di DIY ikut melaksanakan tujuan UU Keistimewan itu. Dengan cara menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat dengan lebih intens turun ke bawah.

    “Tak perlu banyak berjanji dan beretorika pada masyarakat, datanglah, sapalah, dan dengarkan keluhan masyarakat,” ujar SBY.

    SBY mengungkapkan pula, Yogya selama ia menjabat sebagai presiden menjadi satu wilayah yang paling sering dikunjungi. “Baik saat suasana suka dan duka seperti bencana, saya selalu datang ke Yogya untuk membantu agar dapat menolong saudara yang terkena musibah di sini,” ujar SBY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.