Alumni 212 Terbelah Gara-gara Nama Presidium dan Persaudaraan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, 13 Januari 2018. Garda 212 didirikan oleh Alumni 212 sebagai penyalur calon anggota legislatif ke empat partai, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan PBB.  TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, 13 Januari 2018. Garda 212 didirikan oleh Alumni 212 sebagai penyalur calon anggota legislatif ke empat partai, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Alumni 212, kelompok masyarakat yang terlibat Aksi 212, terbelah menjadi dua karena perbedaan nama. Sejumlah alumni menyatakan tidak sepakat ada pergantian nama dari Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

    Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Presidium Alumni 212, membantah adanya pergantian nama organisasi menjadi Persaudaraan Alumni 212.

    Baca: Alumni 212 Ganti Nama, Rizieq Hanya Merestui Nama ini, Lainnya...

    Pernyataan ini disampaikan seusai rapat besar presidium di Tebet, Jakarta Selatan, Senin kemarin, 29 Januari 2018. "Presidium Alumni 212 (PA 212) tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama," kata juru bicara PA 212, Aminudin dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tempo di Jakarta.

    Dalam rapat besar itu, Habib Umar Al Hamid juga ditetapkan sebagai Ketua Umum dan Hasri Harahap sebagai Sekretaris Jenderal.

    Pernyataan dari PA 212 kubu Umar Al Hamid ini jelas bertentangan dengan hasil musyawarah nasional PA 212 kubu Slamet Maarif, 25-27 Januari 2018. Dalam munas di Bogor, Jawa Barat tersebut, PA 212 yang dipimpin Slamet, resmi berganti nama, dari Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

    Baca: Alumni 212 Punya Misi Kalahkan Calon dari Partai Merah di Pilkada

    Eggi Sudjana, Dewan Pembina PA 212 kubu Slamet, bahkan menegaskan, hanya Persaudaraan Alumni 212 yang legal dan mendapat restu dari pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Syihab. Penggunaan nama Presidium Alumni 212 pun, oleh kubu ini, dianggap ilegal.

    Meski Eggi mengklaim PA 212 kubu Slamet telah mendapat restu Rizieq, PA 212 kubu Umar Al Hamid tetap mencantumkan pentolan FPI tersebut sebagai Ketua Pembina Presidium. Langkah-langkah penguatan internal organisasi pun, kata Aminudin, akan dibicarakan dengan sejumlah ulama, termasuk Rizieq.

    Simak juga: Selain Pornografi, Ini Deretan Kasus yang Menunggu Rizieq Syihab

    Selanjutnya, kata Aminudin, PA 212 akan segera menggelar musyawarah visioner lintas tokoh dan ulama di Mekkah, Arab Saudi. Dari musyawarah ini, diharapkan akan lahir Deklarasi Mekkah, sebuah rujukan bersama dalam memperjuangkan garakan islam yang visioner dan konstruktif. PA 212, menurut dia, telah menyampaikan surat kepada Habib Rizieq terkait rencana tersebut.

    Perbedaan sikap di antara Alumni 212 memang bukan kali ini saja terjadi. Massa jebolan aksi 212 ini sebelumnya juga berbeda sikap soal pembentukan Garda 212. Garda itu dibentuk untuk memberi akses kepada alumni 212 agar bisa terjun menjadi calon anggota legislatif. Garda 212 dimotori oleh Ansufri Idrus Sambo, tokoh yang ikut hadir dalam rapat besar PA 212 kubu Umar Al Hamid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.