Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Daya Tampung PPDB Jawa Tengah Jenjang SMA/SMK 2024

image-gnews
Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti
Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB jenjang SMA dan SMK mulai tanggal 24-27 Juni 2024 pukul 06.00 - 23.59.

Khusus, hari terakhir pendaftaran yakni 27 Juni 2024 ditutup pukul 17.00. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui link ppdb.jatengprov.go.id

Melansir dari petunjuk teknis penyelenggaraan PPDB SMA Negeri dan SMK Negeri, jumlah lulusan SMP atau sederajat tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 541.073 orang.

Sedangkan perkiraan daya tampung dari SMAN dan SMKN tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 41,62 persen,” dikutip dari akun Youtube Disdikbud Prov Jateng pada Selasa, 25 Juni 2024.

Terdapat empat jalur PPDB SMA Negeri yakni zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan kerja orang tua. Sedangkan, SMK Negeri hanya terdapat tiga jalur, yakni prestasi, seleksi domisili, dan seleksi afirmasi.

Tahun ini, PPDB SMA Negeri jalur zonasi memberikan daya tampung paling sedikit 55 persen dari daya tampung sekolah yang dipilih. Lalu, jalur afirmasi paling sedikit 20 persen dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali paling banyak diterima adalah 5 persen. Sedangkan jalur prestasi yang diterima paling banyak 20 persen.

Pada PPDB SMK Negeri, jalur seleksi prestasi paling sedikit 75 persen dari daya tampung sekolah, dan jalur afirmasi paling sedikit 15 persen. Kuota bagi Anak Guru/Tenaga Kependidikan paling banyak sebesar 2 persen dari daya tampung, yang merupakan bagian di dalam kuota seleksi domisili terdekat paling banyak 5 persen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara umum, ketentuan daya tampung SMA/SMK memperhitungkan peserta didik dalam satu rombongan belajar. Nantinya angka itu dikalikan dengan jumlah rombongan belajar yang akan diterima. Serta, dikurangi dengan jumlah siswa kelas X yang tinggal kelas, siswa kelas khusus olahraga, inklusi, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), dan semi boarding yang melakukan seleksi sebelum jadwal pelaksanaan PPDB Regular dimulai, serta rombongan belajar yang disiapkan untuk Kelas Virtual maupun Kelas Jauh. 

- Jumlah peserta didik dalam satu Rombongan Belajar diatur sebagai berikut: 
a. SMA dalam satu rombongan belajar berjumlah paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 36 peserta didik;
b. SMK dalam satu rombongan belajar berjumlah paling sedikit 15 peserta didik dan paling banyak 36 peserta didik. 

- Jumlah Rombongan Belajar pada Satuan Pendidikan diatur sebagai berikut:

a. SMA paling sedikit 3 Rombongan Belajar dan paling banyak 36 Rombongan Belajar, masing-masing tingkat paling banyak 12 Rombongan Belajar.

b. SMK paling sedikit 3 Rombongan Belajar dan paling banyak 72 Rombongan Belajar, masing-masing tingkat paling banyak 24 Rombongan Belajar. 


Pilihan Editor: Kata Kemendikbudristek soal Nasib Peserta yang Tidak Lolos PPDB 2024

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Buntut Kisruh Nilai Rapor 51 Siswa Calon Siswa Dianulir, Disdik Jabar: Diprioritaskan untuk Keluarga Tak Mampu

2 jam lalu

Pendemo yang mengatasnamakan Forum Pemerhati Pendidikan Jawa Barat menggeruduk Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Kamis, 18 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Buntut Kisruh Nilai Rapor 51 Siswa Calon Siswa Dianulir, Disdik Jabar: Diprioritaskan untuk Keluarga Tak Mampu

Ade berpendapat manipulasi nilai rapor tidak perlu dilakukan dikarenakan dengan menggunakan nilai asli saja memiliki peluang untuk diterima.


Kejari Selidiki Dugaan Manipulasi Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

21 jam lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kejari Selidiki Dugaan Manipulasi Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

Kejari Depok menyelidiki dugaan korupsi dalam kasus katrol nilai rapor siswa SMPN 19.


Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

1 hari lalu

Kaum perempuan atau ibu-ibu menggelar aksi unjuk rasa mengkritik sistem PPDB zonasi dan afrimasi di depan gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, 24 Juni 2024. Perempuan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menuntut agar pemerintah menambah jumlah sekolah khususnya SMA/SMK negeri di seluruh wilayah dengan merata serta menuntut penambahan kuota untuk PPDB jalur afirmasi. Minimnya jumlah SMA negeri di Kota Bandung masih jadi celah praktik jual beli bangku dan perpindahan domisili secara ilegal. TEMPO/Prima mulia
Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas PEndidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, kasus cuci rapor hanya terjadi di Kota Depok.


Kasus Katrol Nilai Rapor di SMPN 19 Depok, DPRD Jadwalkan Panggil Pihak Sekolah

1 hari lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kasus Katrol Nilai Rapor di SMPN 19 Depok, DPRD Jadwalkan Panggil Pihak Sekolah

Dugaan kasus katrol nilai rapor itu terjadi di SMPN 19 Depok. Dinas Pendidikan Kota Depok mengaku telah meminta klarifikasi kasus tersebut.


Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

1 hari lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

Kepala SMP Negeri 19 Depok Nenden Eveline Agustina menyatakan sekolah siap menerima konsekuensi atas skandal manipulasi nilai rapor siswa di PPDB.


Disdik Masih Gali Motif Skandal Katrol Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

1 hari lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Disdik Masih Gali Motif Skandal Katrol Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

Disdik Depok masih melakukan pemeriksaan dan monitoring berkaitan dengan skandal katrol nilai rapor di SMPN 19 Depok.


Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Piagam untuk Jalur Prestasi PPDB SMA di Semarang

2 hari lalu

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena. ANTARA/I.C. Senjaya.
Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Piagam untuk Jalur Prestasi PPDB SMA di Semarang

Pemprov Jateng telah menganulir piagam kejuaraan marching band oleh 69 siswa untuk jalur prestasi PPDB SMA di Semarang.


Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

2 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

Disdik mengatakan tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

2 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebut tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik (CPD) yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

2 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Soal Manipulasi Nilai Rapor di Depok, Disdik Sebut Sudah Lapor ke Pj Gubernur Jabar

Mochamad Ade Afriandi mengatakan telah melaporkan kasus manipulasi nilai rapor di Depok ke Pj. Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.