Menhan Ryamizard: Jenderal TNI Tak Usah Jadi Penjabat Gubernur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ikut menghadiri upacara serah terima jabatan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ikut menghadiri upacara serah terima jabatan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, 9 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamirzard Ryacudu mengatakan tidak ingin perwira aktif TNI menjadi pelaksana tugas Gubernur seperti dua jenderal polisi yang bakal ditunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelang Pilkada 2018.

    "Kalau bisa enggak usah lah, kayak dulu," ucap dia sebelum rapat evaluasi di DPR RI, Senin, 29 Januari 2018.

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk dua perwira tinggi Polri untuk mengisi dua jabatan pelaksana tugas gubernur di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Menurutnya penunjukkan tersebut ada dasar hukumnya.

    Baca juga: PSPK Unpad: Jenderal Polri Jadi Plt Gubernur Tak Langgar UU

    Dua jenderal aktif Polri yakni Asops (asisten operasi) Kapolri Inspektur Jenderal Iriawan sebagai penjabat gubernur Jawa Barat dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Martuani Sormin sebagai penjabat Gubernur Sumatera Utara.

    Tjahjo Kumolo berpegangan pada undang-undang 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Di mana untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur, diangkat Penjabat Gubernur yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi atau madya. Kemudian, dia juga menacu pada peraturan menteri nomor 1 tahun 2018 tentang Cuti Di luar Tanggungan Negara.

    Adapun Ryamizard mengatakan netralitas TNI tidak perlu diragukan lagi. Ryamizard menuturkan dia tidak suka dengan hal-hal yang menjurus keberpihakan TNI dalam politik. "Dikawal saja, jangan macam-macam, saya dari dulu adil," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.