Kata Megawati ke Jokowi Saat HUT ke-71: Jangan Buru-buru Pulang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati memberikan kata sambutan di acara ulang tahunnya, Taman Ismail Marzuki, 23 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Megawati memberikan kata sambutan di acara ulang tahunnya, Taman Ismail Marzuki, 23 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri memiliki permintaan khusus terhadap Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di hari ulang tahunnya yang ke-71 di Taman Ismail Marzuki, Selasa, 23 Januari 2018. Adapun permintaan khusus Megawati, meminta Jokowi tidak buru-buru pulang dalam perayaan ulang tahunnya.

    "Presiden bilang sama ajudannya, jangan buru-buru pulang," ucap Megawati di lokasi acara dan kemudian disambut gelak tawa tamu undangan.

    Baca juga: Ulang Tahun ke-71, Megawati Telah 32 Tahun Berpolitik

    Acara ulang tahun Megawati Sukarnoputri dimeriahkan dengan pergelaran teater kebangsaan berjudul Satyam Eva Jayate yang digawangi oleh seniman Butet Kertaradjasa. "Semoga dapat sekedar melupakan ketegangan tahun politik ini," kata Megawati.

    Megawati pun berharap, agar sejumlah tamu undangan lainnya juga demikian, menyaksikan teater kebangsaan hingga selesai. "Kita mencairkan pikiran dulu, kalau nanti kita harus tempur, tempur dengan baik untuk memenangkan demokrasi," kata Megawati.

    Baca juga: Megawati Ultah ke-71, TIM Disulap Jadi Bernuansa Hijau

    Acara ulang tahun Megawati Soekarnoputri dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istrinya, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Petinggi DPR, Petinggi Partai, serta berbagai tokoh penting, sahabat, serta kerabat putri tertua Presiden RI Pertama Soekarno dan Fatmawati itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.