Ulang Tahun ke-71, Megawati Telah 32 Tahun Berpolitik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginjak usia ke-71 tahun pada Selasa, 23 Januari 2018. Selama 71 tahun, Megawati melewati 32 tahun hidupnya di dunia politik.

    Sampai saat ini, Megawati masih menjabat sebagai Ketua Umum PDIP meski pernah mengatakan seharusnya dia pensiun sejak dua tahun lalu. "Orang bilang masa Bu Mega terus jadi ketua umum. Saya sebetulnya (harusnya) pensiun tahun lalu karena tidak mudah memimpin di Republik ini (Indonesia)," kata Megawati saat HUT ke-17 Banteng Muda Indonesia pada 30 Maret 2017.

    Baca: Megawati Soekarnoputri Tak Tamat Kuliah tapi Raih 5 Gelar Doktor

    Megawati terjun ke dunia politik saat berusia 39 tahun, atau tepatnya pada 1986. Saat itu, ia menjabat sebagai wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat. Karier politiknya terbilang melesat, perempuan yang akrab disapa Mega itu hanya butuh waktu satu tahun untuk menjadi anggota DPR RI.

    Kemudian, dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Surabaya pada 1993, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI. Namun, pemerintah saat itu tidak puas dengan terpilihnya Mega, ia pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada 1996. Kongres memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.

    Baca: Perayaan Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri 5 Tahun Terakhir

    Megawati yang merasa tak terima, tetap mempertahankan kantor DPP PDI Diponegoro. Namun akhirnya direbut secara paksa oleh kubu Soerjadi yang berbuntut pada kerusuhan massal di Jakarta, yang dikenal dengan nama Peristiwa 27 Juli dan PDI pun terbelah. Pada Pemilu 1999, PDI kubu Mega berubah nama menjadi PDI Perjuangan.

    Sudah 19 tahun Megawati memimpin PDI Perjuangan sejak ditunjuk kembali untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020 dalam Rakernas di Semarang pada September 2014. Sepak terjang putri tertua proklamator Bung Karno itu pun ditulis oleh 22 wartawan dalam buku berjudul Menangis dan Tertawa bersama Rakyat, yang diluncurkan pada Maret 2016.

    Buku itu menceritakan kisah Megawati melampaui masa-masa berat naik ke panggung politik dan menghadapi kokohnya keangkuhan rezim Orde Baru. Aneka reportase dari dekat bagaimana Megawati bergerilya menjumpai para pendukungnya di se-antero negeri. Cerita di balik berita soal bagaimana Megawati menjaga persahabatannya di tengah turbulensi politik hingga melambung ke Istana Negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.