Banjir Pacitan Sudah Surut, Tujuh Kecamatan Terdampak Belum Pulih

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). ANTARA FOTO

    Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh kecamatan yang kebanjiran dan tertimpa longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur belum pulih.  Kecamatan itu adalah Kebonagung, Pacitan, Tulakan, Tegalombo, Nawangan, Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. “Yang paling parah terdampak bencana adalah Kecamatan Pacitan.” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 1 Desember 2017.

    Sebagian wilayah banjir telah surut dan menyisakan lumpur serta material yang terbawa. Akses menuju Pacitan dari Wonogiri juga sudah dapat dilalui. Sebagian wilayah juga sudah kembali dialiri listrik. ”Kecuali di daerah yang masih terdapat genangan dan longsor.”

    Baca: Banjir Pacitan, Korban Meninggal Bertambah ...

    Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur hingga Jumat, 1 Desember 2017 telah mencapai 20 orang. 14 korban meninggal akibat longsor dan enam orang mininggal karena banjir. “Dari 20 korban meninggal itu 11 di antaranya sudah ditemukan dan sembilan korban masih dalam pencarian.”

    Banjir dan lonsor di Pacitan juga menyebabkan empat orang luka-luka. Selain itu, 1.879 orang mengungsi ke beberapa titik pengungsian. 497 pengungsi berada di Gedung Karya Darma, 51 orang berada di Masjid Sirnoboyo, 51 orang di gedung Muhammadiyah MDMC, 32 orang berada di Balai Desa Sumberharjo, 16 orang berada di Balai Desa Bangunsar, 32 orang di Balai Desa Cangkring, 150 orang di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda dan 1.050 orang di Balai Desa Sidomuly.

    Baca juga: Pengungsi Banjir dan Longsor Pacitan Mulai Sakit

    Upaya pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan dampak banjir dan longsor masih terus dilakukan. Sebanyak 1.174 personel gabungan dikerahkan untuk penanganan darurat. Tim gabungan terdiri dari BPBD Pacitan, TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, BPBD Magetan, Baznas Tanggap Darurat, ACT, Perhutani, SAR FKM Solo, LMI, dan relawan.

    Tim Reaksi Cepat BNPB telah hadir di Pacitan dan menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp500 juta untuk operasional penanganan darurat. Beberapa instansi lain juga telah memberikan bantuan seperti BPBD Jawa Timur memberi selimut, sarung, paket sandang, peralatan kesehatan, seragam sekolah, lampu emergency, jerigen lipat, dan tujuh perahu karet.

    Dinas Sosial Jawa Timur memberikan bantuan lauk pauk dan matras untuk pengungsi banjir Pacitan. Dinas Kesehatan Jawa Timur memberikan bantuan perahu karet, makanan penambah air susu ibu, makanan untuk anak-anak, polybag, kaporit dan paket obat-obatan, dan lainnya.  Dinas PU Jawa Timur memberikan bantuan dan alat berat.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.