Ratusan Pengungsi Banjir Pacitan Belum Terima Bantuan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). ANTARA FOTO

    Pemandangan saat banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan termasuk pusat Kota Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/11). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pacitan - Sebagian warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur belum mendapatkan bantuan kebutuhan pokok. “Pengungsi di Desa Tokawi belum tersentuh bantuan. Sedangkan bantuan ke Desa Penggung baru sedikit,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Widy Sumardji, Ahad, 3 Desember 2017.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Widy Sumardji, mengatakan bahwa sejumlah korban terdampak tanah longsor itu warga Desa Tokawi dan Desa Penggung, Kecamatan Nawangan.  Hingga Ahad, 3 Desember 2017, mereka masih mengungsi karena rumahnya rusak.  

    Baca: Banjir Pacitan, Pembersihan Sekolah Jadi Prioritas

    Distribusi bantuan menuju dua desa itu terkendala akses transportasi darat masih tertutup material longsor. Kendaraan bermotor roda dua maupun mobil kesulitan menjangkaunya. Pengiriman logistik dari pusat kota ke Desa Penggung dilakukan dengan menggunakan helikopter pada Sabtu, 2 Desember 2017.

    Namun, bantuan yang dikirim jumlahnya sedikit. Sebanyak 689 warga yang tinggal di 11 titik pengungsian belum seluruhnya menerima distribusi kebutuhan pokok. Pemerintah setempat, Widy menuturkan, berinisiatif mengirim bantuan ke desa yang berdekatan dengan Desa Tokawi dan Penggung. “Sedikit demi sedikit akan didistribusikan (ke Desa Tokawi dan Penggung) dengan sepeda motor,’’ ujar dia kepada Tempo.

    Selain tanah longsor, Pacitan juga diterjang banjir pada Selasa hingga Rabu pekan lalu, 29-30 November 2017. Tujuh kecamatan, yakni Tegalombo, Arjosari, Nawangan, Pacitan, Kebonagung, Tulakan, dan Ngadirojo terkena dampaknya. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, peristiwa itu mengakibatkan 25 orang tewas lantaran tertimbun longsor dan terseret arus air bah.

    Baca juga: Masa Tanggap Darurat Akibat Banjir Pacitan ...

    Sebanyak 20 orang telah ditemukan, sedangkan 5 korban yang lain masih dicari oleh tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, dan elemen terkait lainnya. Syamsul Hadi, salah seorang petugas di Pusat Data dan Informasi BPBD Pacitan, mengatakan pencarian korban longsor dilangsungkan di wilayah Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Kebonagung.

    Sejumlah alat berat dan dua anjing pelacak dari Kepolisian Daerah Jawa Timur diterjunkan. “Saat ini fokus kami melakukan pencarian korban yang belum ditemukan,’’ kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.