Sidang E-KTP, Anas Urbaningrum: Nazaruddin Dilatih Buat Memfitnah

Setya Novanto dan Anas Urbaningrum saat bersaksi dalam kasus E-KTP di Tipikor, Jakarta Pusat, 6 April 2017. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah sejumlah tuduhan yang disampaikan oleh rekan separtainya, Muhammad Nazaruddin. Anas menyebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut telah mengumbar fitnah yang jorok di persidangan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Itu fitnah dari orang (Nazaruddin) yang dilatih khusus untuk menfitnah, ada yang mengajarinya," kata Anas kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 23 November 2017.

Persidangan terakhir digelar pada Senin lalu, 20 November 2017 dengan menghadirkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kembali menyebut keterlibatan Anas Urbaningrum. Nazaruddin mengatakan bahwa Anas menerima jatah sebesar 11 persen dari keuntungan proyek pengadaan e-KTP.

Baca: Anas Urbaningrum Kembali Bantah Terima Aliran Dana E-KTP

Hakim John sempat bertanya, "Siapa yang ajari Nazaruddin?". Anas menjawab singkat, "Ada, yang mulia". Anas kelihatan tak ingin berterus terang ketika ditanya oleh hakim soal siapa yang ia sebut mengajari Nazaruddin untuk memfitnah.

"Tidak pada tempatnya saya sampaikan di muka pengadilan yang terhormat ini, saya hanya harap persidangan ini bisa memisahkan mana fakta mana fiksi," kata Anas lagi. Ia juga berpesan agar jangan sampai fitnah bercampur dalam proses hukum dalam persidangan.

Hakim John mendesak Anas agar terbuka soal orang yang diduga mengajari Nazaruddin untuk memfitnah. "Kesaksian anda akan berguna, agar kami bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini," ujarnya.

Baca: Setelan Sporty dan Tongkat Anas Urbaningrum di Sidang E-KTP

Anas tetap bersikukuh tidak ingin memberitahu. "Yang jelas saya tahu persis dan saya merasakannya, itu hal yang menyakitkan saya, terutama sejak kasus sebelumnya (Kasus Hambalang)," kata Anas.

Hakim John bertanya kembali, "Tujuan?". Anas pun menjawab, "Ya hanya untuk menjaga saya, agar saya kesannya tetap orang yang brengsek, begitu."

Dalam kasus korupsi proyek wisma atlet di Hambalang, Nazaruddin yang juga menjadi terpidana kasus tersebut pernah menyebut Anas sebagai otak proyek Hambalang di DPR. "Yang mengatur di DPR Mas Anas, dari Kemenpora ada Wafid Muharram," kata Nazar saat bersaksi dalam sidang terdakwa korupsi proyek Hambalang Dedi Kusdinar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pada Kamis, 16 Januari 2014.

Anas juga telah menjadi terpidana dalam kasus yang sama setelah divonis bersalah oleh majelis hakim. Kasasi yang diajukan ke Mahkamah Agung pun ditolak. Bahkan MA melipatgandakan hukuman untuk Anas, dari 7 tahun menjadi 14 tahun.

Nama Anas tidak hanya muncul dalam kesaksian Nazaruddin. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum KPK yang dibacakan di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong awal Maret 2017 lalu, nama Anas Urbaningrum ikut disebut.

Anas Urbaningrum didakwa ikut menerima uang e-KTP sebesar US$ 5,5 juta. Sebagian uang proyek e-KTP juga diduga mengalir untuk biaya akomodasi kongres Partai Demokrat di Bandung saat Anas menjadi akan ketua umum.

Namun, Anas Urbaningrum membantah adanya aliran dana e-KTP untuk pelaksanaan Kongres Partai Demokrat. Anas kembali menegaskan, "Saya menyampaikan fakta bahwa saya tak pernah menerima sesuatu dari proyek e-KTP," ujarnya.






Selain Ferdy Sambo dan Istrinya, Inilah 4 Pasangan Pejabat yang Pernah Jadi Tersangka

46 hari lalu

Selain Ferdy Sambo dan Istrinya, Inilah 4 Pasangan Pejabat yang Pernah Jadi Tersangka

Tak hanya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, berikut ini daftar pasangan pejabat yang menjadi tersangka sebuah tindak pidana.


Pemain Lama dengan Bungkus Partai Baru di Pemilu 2024

3 Agustus 2022

Pemain Lama dengan Bungkus Partai Baru di Pemilu 2024

Sejumlah partai mendaftar untuk ikut Pemilu 2024. Ada partai besutan loyalis Anas Urbaningrum hingga partai bentukan Amien Rais.


Demokrat Tak Takut Tergerus Suara Partai Besutan Loyalis Anas Urbaningrum

2 Agustus 2022

Demokrat Tak Takut Tergerus Suara Partai Besutan Loyalis Anas Urbaningrum

Partai Demokrat mengaku tak takut tergerus suaranya dengan kehadiran Partai Kebangkitan Nusantara yang merupakan besutan loyalis Anas Urbaningrum itu.


Menanti Anas Urbaningrum Bebas, PKN: Mau Posisi Apa pun Tak Ada Masalah

2 Agustus 2022

Menanti Anas Urbaningrum Bebas, PKN: Mau Posisi Apa pun Tak Ada Masalah

Gde Pasek Suardika mengatakan, Partai Kebangkitan Nusantara terus berdiskusi dengan Anas Urbaningrum yang kini masih ada di penjara Sukamiskin.


Partai Kebangkitan Nusantara yang Didirikan Loyalis Anas Urbaningrum Daftar ke KPU Hari Ini

2 Agustus 2022

Partai Kebangkitan Nusantara yang Didirikan Loyalis Anas Urbaningrum Daftar ke KPU Hari Ini

Partai Kebangkitan Nusantara saat ini dipimpin Gede Pasek Suardika. Pasek merupakan mantan politikus Partai Demokrat di bawah Anas pada 2010.


Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi DPR, Pengamat: Kelihatannya Berat

22 Mei 2022

Partai Demokrat Targetkan 15 Persen Kursi DPR, Pengamat: Kelihatannya Berat

Pengamat menilai Partai Demokrat masih akan menanggung beban kasus korupsi yang mendera kadernya pada Pemilu 2024.


Angelina Sondakh Jalani Cuti Mulai Hari Ini, Ditjenpas: Dia Minta Maaf

3 Maret 2022

Angelina Sondakh Jalani Cuti Mulai Hari Ini, Ditjenpas: Dia Minta Maaf

Angelina Sondakh meminta maaf atas perbuatan yang membuatnya harus mendekam di penjara selama 10 tahun.


Gede Pasek: Partai Kebangkitan Nusantara Tak Terkait Moeldoko dan Demokrat

5 November 2021

Gede Pasek: Partai Kebangkitan Nusantara Tak Terkait Moeldoko dan Demokrat

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara Gede Pasek Suardika mengatakan partainya tak berhubungan dengan polemik antara Demokrat dengan Moeldoko.


Demokrat Apresiasi Kehadiran Partai Politik Baru

31 Oktober 2021

Demokrat Apresiasi Kehadiran Partai Politik Baru

Demokrat berharap kehadiran parpol baru, seperti Partai Kebangkitan Nusantara, bisa menyumbang gagasan-gagasan yang segar.


Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

30 Oktober 2021

Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

Gede Pasek mengatakan gagasan yang akan diperjuangkan di Partai Kebangkitan Nusantara adalah penguatan wawasan nusantara dalam pemerintahan.