Mengharukan, 2 Anak Arifin Ikut Hercules Ingin Berlibur tapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat yang membawa jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, 2 Juli 2015. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Pesawat yang membawa jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, 2 Juli 2015. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2015, kembali menerima jenazah korban pesawat hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara yang jatuh di Medan, Sumatera Utara. Pesawat TNI yang mengangkut jenazah tiba di Halim sekitar pukul 11, dengan membawa 21 jenazah. Delapan jenazah di antaranya diturunkan di Lanud Halim Perdanakusuma dan sisanya dibawa ke daerah masing-masing melalui Lanud Adi Sucipto Yogyakarta dan Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, untuk kemudian dibawa ke rumah duka.

    Sore harinya sekitar pukul 16.30 Lanud Halim Perdanakusuma kembali menerima tiga jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130. Jenazah itu merupakan satu keluarga pegawai honorer Lanud Halim Perdanakusuma, yang terdiri dari Arifin Suharno, 45 tahun, Rusti Aristanti, 22, dan Nur Halima, 10 tahun. Diketahui, keikutsertaan kedua anak Arifin menuju Lanud Tanjung Pinang, Pekanbaru, Riau, untuk berlibur. Arifin juga diketahui sudah bekerja sebagai office boy di Lanud Halim Perdanakusuma lebih dari sembilan tahun.

    Jenazah dibawa dari Medan menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara bersamaan dengan kepulangan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna dan sejumlah perwira tinggi dan menengah TNI Angkatan Udara.

    Dengan menggunakan jalur darat, tiga jenazah tersebut akan langsung diantarkan dan diserahkan kepada keluarga korban yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat.

    RIDIAN EKA SAPUTRA

    SIMAK JUGA:
    Presiden Jokowi Pimpin Upacara Penghormatan 16 Jenazah
    Sertu Aang Subarya Korban Hercules yang Taat Beribadah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.