Tak Bisa Maju Jadi Ketua Umum Demokrat, Pasek Tahu Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kedua kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) memantau persiapan pembukaan kongres Partai Demokrat ke-IV di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, 11 Mei 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kedua kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) memantau persiapan pembukaan kongres Partai Demokrat ke-IV di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, 11 Mei 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COSurabaya - Politikus Demokrat, Gede Pasek Suardika, pasrah tidak dapat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Demokrat dan bersaing dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini, menurut dia, karena ada sejumlah pasal dalam tata tertib yang membuat dia tidak dapat mencalonkan diri. 

    "Saya sudah tegaskan bahwa saya tidak mungkin maju, bukan mundur, ya," kata Pasek saat konferensi pers di Hotel Singgasana, Surabaya. Selasa, 12 Mei 2015.

    Selain itu, ujar dia, pendaftaran untuk menjadi Ketua Umum Demokrat telah ditutup pada pukul 12.00 tadi. Hal ini sangat janggal karena seharusnya pendaftaran ditutup setelah pembukaan. "Pembukaan kan baru nanti malam, kenapa pendaftarannya sudah ditutup siang tadi," ucapnya.

    Karena itu, tutur Pasek, dia tidak mungkin mencalonkan diri jika memang pendaftarannya telah ditutup tadi siang. Jadi, dia harus berpikir secara rasional bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan. 

    Ketika ditanya soal langkah yang dilakukan Pasek setelah dipastikan tidak maju, apakah akan membentuk kongres tandingan atau mengajukan gugatan terhadap hasil kongres, Pasek hanya menjawab, "Kompornya jangan keras-keras."

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.