Muncul Sindrom 'I Want SBY Back', Ini Penjelasannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengucapkan selamat lebaran kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta (28/7). TEMPO/Subekti.

    Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengucapkan selamat lebaran kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta (28/7). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro menilai wajar jika ada warga masyarakat yang merindukan kepemimpinan mantan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, SBY memang masih memiliki popularitas dan pengaruh secara politik. Selain itu, SBY dinilai tidak kalah pamor dengan petinggi-petinggi partai lain.

    “SBY punya pengaruh dan dukungan riil, tidak kalah pamor, berwibawa dan masih diperhitungkan,” jelas Siti saat dihubungi Tempo, Rabu 9 September 2015.

    Siti menganggap sebagian masyarakat Indonesia sah-sah saja jika mengagumi sosok SBY. Sejumlah masyarakat Indonesia punya hak untuk menunjukkan kekaguman terhadap SBY meski tingkat kekagumannya belum tentu 100 persen. SBY diakuinya masuk dalam kategori pemimpin yang kurang tegas dalam hal eksekusi terhadap suatu masalah. “Tapi di sisi lain, SBY cerdas berpolitik. Dia bisa pakai daya upaya di internal kabinet dan apapun upayanya dapat penghargaan dari rakyat,” tambahnya.

    Artikel Menarik:

    Kisah Mistik Hantu Cerutu di Istana Presiden RI

    Perangkap Seks Intelijen Itu Bernama Cindy

    Di mata Siti, SBY mampu memberi kepastian hukum dan politik. Jika dibandingkan dengan kepemimpinan Jokowi menuju pada 100 hari pertama, kata Siti, Presiden Jokowi sangat tidak meyakinkan dalam menangani kasus hukum dan pemberantasan korupsi. “Jokowi di posisi dilematis untuk memutuskan sesuatu bahkan dalam 100 hari pertama kurang menggembirakan,” ungkap Siti.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Inilah yang Terjadi Di Balik Pertemuan Novanto-Trump
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.