Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peneliti BRIN Disebut Terpecah Jadi 4 Kelompok, Ada Golongan Oportunis

Reporter

Editor

Amirullah

image-gnews
(kiri ke kanan) Peneliti senior BATAN Djarot S. Wisnubroto, mantan Kepala LIPI Lukman Hakim, dan peneliti LIPI Carunia Firdausy menyampaikan pernyataan sikap atas kebijakan integrasi lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) riset ke BRIN di Jakarta, 5 Januari 2022. Tempo/Friski Riana
(kiri ke kanan) Peneliti senior BATAN Djarot S. Wisnubroto, mantan Kepala LIPI Lukman Hakim, dan peneliti LIPI Carunia Firdausy menyampaikan pernyataan sikap atas kebijakan integrasi lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) riset ke BRIN di Jakarta, 5 Januari 2022. Tempo/Friski Riana
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Forum Komunikasi Eks Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Ristek mengatakan para peneliti terpecah ke dalam beberapa kelompok akibat kebijakan integrasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Di lingkungan BRIN ada empat kelompok,” kata anggota forum yang juga peneliti LIPI, Carunia Firdausyi saat ditemui di Jakarta, Rabu, 5 Januari 2022.

Forum ini beranggotakan sejumlah peneliti senior hingga mantan pimpinan LPNK yang saat ini dilebur ke BRIN, seperti LIPI, BATAN, LAPAN, BPPT, Eijkman, dan Kementerian Ristek.

Carunia mengatakan, ada kelompok yang pro-BRIN, kelompok yang menentang BRIN, kelompok oportunis, dan kelompok yang tidak peduli.

Menurut dia, munculnya kelompok ini karena Kepala BRIN Laksana Tri Handoko salah langkah dalam memulai kebijakan integrasi. Pasalnya, dalam mengawali kebijakan peleburan LPNK ke BRIN, Laksana tidak mengajak kompromi para peneliti.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Menurut kami salah dari sisi pelaksanaan kebijakan, secara megefisienkan salah, juga dalam kaitan memecah belah,” ujarnya.

Peneliti di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI ini juga berpendapat gaya kepemimpinan Laksana perlu ditinjau ulang. “Jangan sampai pemimpinnya bukan membuat kita damai sesama ilmuwan, tapi punya kecurigaan. Tidak ada keikhlasan tapi keterpaksaan,” kata dia.

FRISKI RIANA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

BRIN Teliti Jalur Sesar Kompleks Java Back-arc Thrust yang Membentang di Jawa

1 jam lalu

Ilustrasi gempa. freepik.com
BRIN Teliti Jalur Sesar Kompleks Java Back-arc Thrust yang Membentang di Jawa

BRIN meneliti Sesar Baribis dan Sesar Kendeng, dua sesar kompleks dan besar yang disebut Java Back-arc Thrust.


BRIN Jadi Tuan Rumah Pertemuan Periset Asia Pasifik, Bahas Adaptasi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

21 jam lalu

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, saat ditemui usai agenda pertemuan Asia-Pacific Network for Global Change di Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024. Dia menyebut bahwa Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Asia-Pacific Network ke 26, dihadiri oleh 22 negara. TEMPO/Alif Ilham Fajriadi
BRIN Jadi Tuan Rumah Pertemuan Periset Asia Pasifik, Bahas Adaptasi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

BRIN menjadi tuan rumah pertemuan para periset di Asia Pasifik. Fokus pada adaptasi perubahan iklim dan risiko bencana.


Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

1 hari lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: IEMS)
Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kepala BRIN menilai ekosistem kendaraan listrik di dunia, termasuk Indonesia, masih belum matang karena keterbatasan teknologi.


BRIN Gunakan Teknologi Terdepan eDNA untuk Meneliti Satwa di Pulau Nusa Barong

2 hari lalu

Tim Ekspedisi Pulau Nusa Barong BRIN tiba di pantai Teluk Jeruk pada Minggu, 19 Mei 2024, atau hari kelima ekspedisi. (TEMPO/Abdi Purmono)
BRIN Gunakan Teknologi Terdepan eDNA untuk Meneliti Satwa di Pulau Nusa Barong

Tim BRIN dibantu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur.


Kementerian Kesehatan Rusia Umumkan Vaksin untuk Lawan Kanker Masuk Tahap Finalisasi

3 hari lalu

Kecintaan Veronica Leaning, 78 tahun, pada kisah Harry Potter mendorongnya membuat suatu permintaan tak biasa sebelum ajal menjeput. Leaning, yang seorang penderita kanker, ingin acara pemakamannya bertema Harry Potter. sumber: Grimsby Telegraph/mirror.co.uk
Kementerian Kesehatan Rusia Umumkan Vaksin untuk Lawan Kanker Masuk Tahap Finalisasi

Vaksin kanker ini dikembangakan bersama-sama oleh beberapa tim peneliti dan didanai oleh Rusia.


TNI AU dan Kementerian PUPR Kerja Sama Atasi Kekeringan di Pulau Jawa dengan Modifikasi Cuaca

3 hari lalu

Jajaran TNI AU saat melakukan kegiatan penerbangan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. ANTARA/HO-Pemkot Bandung
TNI AU dan Kementerian PUPR Kerja Sama Atasi Kekeringan di Pulau Jawa dengan Modifikasi Cuaca

Imbas kekeringan di Pulau Jawa, TNI AU dan Kementerian PUPR lakukan rekayasa cuaca mula i6 Juni 2024, menargetkan wilayah Malang, Solo, dan Bandung.


Rekor Suhu Panas di Ciputat, Kenapa Peneliti BMKG Ini Tak Yakin dengan Bekasi?

3 hari lalu

Warga menggunakan payung menghindari terik matahari saat beraktifitas diluar ruangan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa 7 Mei 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa fenomena gelombang panas di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir tidak berkaitan dengan kondisi suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia.  TEMPO/Subekti.
Rekor Suhu Panas di Ciputat, Kenapa Peneliti BMKG Ini Tak Yakin dengan Bekasi?

Data suhu panas di Bekasi pernah menembus 40 derajat Celsius pada Januari lalu. Hot spell, begitu peneliti BRIN pernah menyebutnya.


Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan Operasi Hujan Buatan BMKG Isi Air Waduk?

4 hari lalu

Jajaran TNI AU saat melakukan kegiatan penerbangan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2024. ANTARA/HO-Pemkot Bandung
Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan Operasi Hujan Buatan BMKG Isi Air Waduk?

Rencana awal, operasi modifikasi cuaca atau teknologi hujan buatan di Jawa menjadi proyek pilot sebelum dilakukan di pulau lain tahun depan.


BMKG Klaim Sukses Operasi Modifikasi Cuaca Isi Air Waduk di Jawa

4 hari lalu

Co-Pilot Skadron IV Lanud Abdulrachman Saleh Lettu Pnb Edwin Aldrin melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menggunakan pesawat Cassa C-212 di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat 10 Juni 2022. Selama operasi TMC di Sumatera Selatan yaitu sejak 27 Mei 2022, sebanyak 12,8 ton garam telah disemai di udara sehingga berhasil membuat hujan dan menaikkan tinggi muka air tanah di kanal-kanal produksi milik perusahaan perkebunan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
BMKG Klaim Sukses Operasi Modifikasi Cuaca Isi Air Waduk di Jawa

BMKG meyakinkan bahwa operasi hujan buatan tidak akan berbalik menjadi senjata makan tuan, memperparah dampak La Nina lemah.


Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

7 hari lalu

Bulan purnama bersinar di balik kubah masjid di Kairo, Mesir, 24 Juni 2021. Strawberry Moon merupakan Supermoon terakhir di tahun 2021. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

Banyak fenomena benda langit langka yang terjadi sepanjang Juni 2024. Catat perkiraan tanggal dan waktu berikut ini agar tidak terlewat.