Koalisi Seni Apresiasi Jokowi Teken PP Pemajuan Kebudayaan

Anggota koperasi mewarnai batik motif ondel ondel di Koperasi Konsumen Batik Betawi di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Senin, 30 Agustus 2021. Sebanyak 26 orang anggota koperasi memproduksi betawi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melestarikan kebudayaan Betawi serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari karya yang mereka buat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Seni mengapresiasi pemerintah yang telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan. PP ini diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 24 Agustus 2021.

Manajer Advokasi Koalisi Seni, Hafez Gumay, menyebut aturan turunan ini sebetulnya terbit terlambat dua tahun dari tenggat 29 Mei 2019 yang ditetapkan UU Pemajuan Kebudayaan. Dengan adanya PP ini, ujar dia, pemerintah pusat maupun daerah tidak punya alasan lagi untuk menunda upaya pemajuan kebudayaan.

"Selama ini, pelaksanaan UU Pemajuan Kebudayaan terganjal peraturan turunan yang belum ada. Sekarang, saatnya pemerintah tancap gas mengerjakan pekerjaan rumahnya demi memajukan kebudayaan Indonesia,” ujar Hafez Gumay lewat keterangan tertulis, Kamis, 9 September 2021.

Ia menyebut, PP ini mengatur banyak hal, mulai dari ketentuan tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) dan Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu (SPKT); inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, dan penyelamatan objek pemajuan kebudayaan; hingga kriteria penerima dan mekanisme pemberian insentif terkait pemajuan kebudayaan.

Terbitnya PP ini, ujar Hafez, perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah dengan membuat peraturan daerah tentang pemajuan kebudayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dinilai perlu melansir Peraturan Menteri sebagai pedoman teknis pemajuan kebudayaan bagi tiap unit kerjanya, serta izin pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan oleh pihak asing dan industri besar.

Hafez menyebut, PP ini juga memperkuat pengarusutamaan kebudayaan dalam rencana pembangunan nasional melalui RIPK, karena seluruh peraturan yang dibutuhkan untuk merampungkan penyusunannya telah ada.

"Kini penyusunan RIPK cuma terganjal belum disahkannya Strategi Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2018. Jika RIPK selesai dan diadopsi ke dalam rencana pembangunan, akan ada lebih banyak kebijakan pemerintah dan alokasi anggaran yang berpihak pada pemajuan kebudayaan," ujarnya.

Koordinator Jejaring Koalisi Seni, Oming Putri menyebut terbitnya PP ini tentu tidak sepenuhnya menjamin pemajuan kebudayaan akan diterapkan dengan baik. “Upaya advokasi justru perlu terus dilakukan pegiat seni budaya untuk menekan pemerintah agar segera menjalankan seluruh kewajibannya," ujarnya.

Daftar “tagihan” ini terentang mulai dari pembentukan SPKT, pengesahan Strategi Kebudayaan, penyusunan RIPK, penetapan Peraturan Menteri, hingga pembentukan Dana Perwalian Kebudayaan. "Jika pemerintah menjalankan kewajibannya, maka potensi Indonesia sebagai negara adidaya budaya seperti yang dinyatakan UNESCO akan segera terwujud. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," ujar Oming.

Baca juga: Ma'ruf Amin Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Bogor






Akhir Pekan Ini, di Candi Prambanan Ada Festival Penguatan Moderasi Beragama

5 hari lalu

Akhir Pekan Ini, di Candi Prambanan Ada Festival Penguatan Moderasi Beragama

Festival Penguatan Moderasi Beragama ini terdiri dari empat agenda utama, antara lain festival kesenian, pameran produksi UMKM, dan sarasehan.


Umumkan Susunan Kabinet, Anwar Ibrahim Tunjuk Diri Sendiri Jadi Menteri Keuangan Malaysia

5 hari lalu

Umumkan Susunan Kabinet, Anwar Ibrahim Tunjuk Diri Sendiri Jadi Menteri Keuangan Malaysia

Tokoh di luar komponen utama koalisi Pakatan Harapan seperti Ahmad Zahid Hamidi dari Barisan Nasional masuk dewan menteri Anwar Ibrahim.


Hari Pertama Dibuka Pasca Revitalisasi, Ribuan Masyarakat Antusias Kunjungi TMII

18 hari lalu

Hari Pertama Dibuka Pasca Revitalisasi, Ribuan Masyarakat Antusias Kunjungi TMII

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali dibuka untuk uji publik hari ini, Ahad, 20 November 2022


Mahasiswa UGM Gelar Pameran Sejarah Lisan dari Rakyat Kecil

20 hari lalu

Mahasiswa UGM Gelar Pameran Sejarah Lisan dari Rakyat Kecil

Pameran sejarah lisan FIB UGM menekankan wawancara narasumber yang memiliki pengalaman langsung terkait dengan peristiwa sejarah.


Jadi Ketum LASQI, Gus Jazil Bertekad Gairahkan Kesenian Islami

20 hari lalu

Jadi Ketum LASQI, Gus Jazil Bertekad Gairahkan Kesenian Islami

Kesenian Islam di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar


Kabar Duka, Profesor Edi Sedyawati Maestro Tari dan Eks Dirjen Kebudayaan Meninggal

26 hari lalu

Kabar Duka, Profesor Edi Sedyawati Maestro Tari dan Eks Dirjen Kebudayaan Meninggal

Maestro seni pertunjukan dan eks Dirjen Kebudayaan Profesor Edi Sedyawati, meninggal pada Sabtu pagi, 12 November 2022. Profil tokoh kebudayaan ini.


Mengenal Tari Pendet yang Akan Sambut Kedatangan Delegasi KTT G20

27 hari lalu

Mengenal Tari Pendet yang Akan Sambut Kedatangan Delegasi KTT G20

Tari Pendet merupakan salah satu tarian tradisional Bali yang cukup populer yang akan dibawakan di hadapan delegasi KTT G20.


Oposisi dalam Politik dan Berbagai Konsepnya

29 hari lalu

Oposisi dalam Politik dan Berbagai Konsepnya

Oposisi juga menjadi faktor penting agar ada kontrol dan penyeimbang untuk program pemerintah


BPS Ungkap Pentingnya Tata Kelola Big Data untuk Majukan Pariwisata

30 hari lalu

BPS Ungkap Pentingnya Tata Kelola Big Data untuk Majukan Pariwisata

Dari pemanfaatan teknologi big data di sektor pariwisata, berbagai data soal kepariwisataan Indonesia bisa tersaji lengkap.


Kota Cimahi Data Ulang Objek Kebudayaan untuk Gali Potensi Kekayaan Daerah

31 hari lalu

Kota Cimahi Data Ulang Objek Kebudayaan untuk Gali Potensi Kekayaan Daerah

Pendataan ulang objek kebudayaan ini dinilai penting bagi Cimahi, sebab budaya merupakan andalan pariwisata kota itu.