Rocky Gerung Minta Pemerintah Tak Benturkan FPI dengan Pancasila

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rocky Gerung. Instagram/@rockygerungofficial_

    Rocky Gerung. Instagram/@rockygerungofficial_

    TEMPO.CO, Jakarta - Akademikus Rocky Gerung mengatakan ideologi Front Pembela Islam (FPI) tak perlu dibentur-benturkan dengan Pancasila.

    "Enggak usah dibenturkan Pancasila. Karena itu keunikan dia. Dia klaim pembela Islam. Dasar ideologinya, ya, pasti Islam, dong. Apa yang salah di situ?" kata Rocky kepada Tempo di kawasan Kemang, Jakarta, pada Rabu, 4 Desember 2019.

    Rocky berpendapat, sebagai organisasi kemasyarakatan, FPI memang tak harus tunduk kepada negara. Jika tunduk, FPI akan jadi organisasi negara. Karena itu, biarkan saja FPI menggunakan ideologi Islam, bukan Pancasila. "Biarin saja dia pakai ideologi Islam," ujar Rocky.

    Dia menjelaskan, ormas adalah masyarakat. Jika ideologi negara dipaksakan kepada ormas, maka akan terjadi kontradiktif. Jika negara ingin mengklaim ideologi Pancasila, mestinya itu tak otomatis jadi ideologi masyarakat. "Biarin ormas punya ideologi sendiri. Namanya juga masyarakat," ujarnya.

    Lebih lanjut Rocky mengatakan, jika ada potensi melakukan hal negatif, sebenarnya, tak ada yang tahu kapan ormas itu akan berbuat jahat. "Kan orang berpikir tentang potensi kejahatan, tiap orang punya potensi kejahatan."

    Untuk itu, Rocky menegaskan negara mestinya tidak mulai mencurigai FPI. Jika ada kekhawatiran, Rocky menyebut lebih baik didiamkan saja.

    "Sampai kekhawatiran itu potensial jadi kriminal. Ya sudah tangkap sama intel kalau mau diam-diam. Kalau mau terbuka, ya, tangkap polisi," kata Rocky Gerung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.