Wiranto: Korban Penyerangan Papua Alami Luka Tembak dan Bacok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamana, Wiranto, memberikan keterangan kepada media soal penanganan kasus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 10 Mei 2018. Foto : Humas Kemenko  Polhukam

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamana, Wiranto, memberikan keterangan kepada media soal penanganan kasus di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, 10 Mei 2018. Foto : Humas Kemenko Polhukam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan hingga saat ini tim gabungan TNI-Polri telah mengidentifikasi 17 korban tewas atas serangan kelompok bersenjata terhadap puluhan pekerja di Kabupaten Nduga, Papua. Para korban, kata Wiranto, tewas dengan luka tembak dan luka bacok.

    "Lalu empat masih dalam pencarian. Menurut teman-temannya, mereka bisa lari karena hanya luka bacok," kata Wiranto seusai rapat koordinasi terbatas di kantornya, Selasa, 11 Desember 2018.

    Baca: Polda Papua Ungkap Hambatan Kejar Kelompok Bersenjata di Nduga

    Wiranto berharap pihaknya dapat segera menemukan korban selamat yang masih dalam pelariannya. Ia menyebut para pekerja itu sebagai pahlawan-pahlawan pembangunan yang sebenarnya.

    Sampai saat ini, kata Wiranto, pencarian para korban terus dilakukan tim gabungan. Menurut informasi yang diterimanya, para korban menyelamatkan diri secara terpecah atau tidak dalam satu kelompok.

    "Nah kemudian ada 27 yang kita telah evakuasi dan selamat. Tidak hanya pekerja jembatan, tetapi ada pekerja Puskesmas, pekerja Telkom, kemudian karyawan Sekolah Menengah Pertama. Itu sebanyak 27 dapat diselamatkan karena mereka juga melarikan diri," kata Wiranto.

    Baca: Korban Selamat Penembakan Papua asal Garut Jalani Trauma Healing

    Pada Ahad, 2 Desember lalu, sekitar 28 pekerja diserang oleh kelompok bersenjata. Dari jumlah itu, sebanyak 14 orang langsung meninggal di lokasi kejadian. Adapun sisanya berupaya menyelamatkan diri. Namun hanya empat orang yang berhasil mencapai Pos TNI Yonif 755 di Mbua. Lima orang lainnya diketahui dibantai oleh kelompok bersenjata.

    Sementara itu, penyerangan oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dari Organisasi Papua Merdeka dilakukan karena mereka tak terima pembangunan jalan Trans Papua. "Prinsipnya kami berjuang menolak semua program pembangunan di Papua Barat. Kami hanya menuntut kemerdekaan," kata juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom. TPNPB adalah sayap militer OPM.

    Baca: Kejar Kelompok Bersenjata, Polda Papua dan TNI Bentuk Tim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?