Ada Aksi Bela Tauhid, Wiranto: Apa Masih Perlu Lagi?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan saat peresmian gedung baru Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta, 6 September 2018. Dalam Acara peresmian gedung baru LPSK yang diresmikan oleh Menko Polhukam Wiranto tersebut juga memberikan kompensasi ke sejumlah korban tindak pidana Terorisme. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan saat peresmian gedung baru Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta, 6 September 2018. Dalam Acara peresmian gedung baru LPSK yang diresmikan oleh Menko Polhukam Wiranto tersebut juga memberikan kompensasi ke sejumlah korban tindak pidana Terorisme. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai masyarakat tak perlu melakukan aksi bela tauhid atau aksi 211 di kawasan Monas, Jakarta, hari ini, Jumat, 2 November 2018.

    "Apakah perlu lagi? Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan," kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    Baca juga: Aksi Bela Tauhid di Bandung Tuntut Pembakar Bendera Diadili

    Wiranto mempertanyakan tuntutan para peserta aksi bela tauhid hari ini. Sebab, kata dia, semua tuntutan mereka sebelumnya telah dipenuhi, misalnya permintaan maaf dari pelaku dan penyidikan oleh kepolisian. Bahkan, kata Wiranto, organisasi induknya yaitu Banser sudah menyesalkan kejadian pembakaran bendera tauhid.

    "Sehingga ini semangat tabayun sudah ada, semangat untuk mencari kebenaran sudah jalan. Semangat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, kan sudah jalan," ujarnya.

    Kendati begitu, Wiranto tetap mempersilakan peserta aksi melakukan demonstrasi. Ia juga mengatakan akan menemui perwakilan peserta aksi untuk mengetahui tuntutan mereka. Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan dengan elegan, tidak membuat orang ketakutan, dan tidam mengganggu hak-hak masyarakat.

    "Enggak bisa mengganggu lalu lintas, memacetkan lalu lintas, membuat orang enggak bisa beraktivitas, membuat orang takut. Enggak boleh," kata dia.

    Sejumlah kelompok massa yang diinisiasi Presidium Alumni 212 dan Gerakan Pengawal Fatwa Ulama kembali menggelar demonstrasi bertajuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2. Aksi ini disebut sebagai lanjutan dari aksi yang telah digelar pada Jumat pekan lalu, 26 Oktober 2018. Aksi kali ini akan digelar di depan Istana Negara.

    Saat ini para peserta Aksi 211 ini tengah berjalan menuju Istana Negara dari Masjid Istiqlal. Massa sudah berdatangan ke Istiqlal sejak pagi hari tadi.

    Baca juga: Polisi Siapkan 12.000 Personel Kawal Aksi Bela Tauhid 2 Hari Ini

    Menurut seorang petugas kepolisian suasana di Masjid Istiqlal sudah ramai sejak pukul 09.00 tadi.

    Salah seorang peserta aksi bela tauhid, Aman Sulaiman, mengatakan meskipun saat ini Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah menetapkan tersangka pembakaran bendera, tetapi kasusnya masih belum selesai. Menurutnya massa menghendaki kasus ini dipercepat. “Ya memang sudah ada tersangka tapi, kan belum selesai,” ujar Aman, yang tergabung dalam organisasi masyarakat Bang Japar, Jakarta Timur.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.