Jumat, 19 Oktober 2018

Ditelepon Megawati, Ma'ruf Amin: Saya Enak di Jalur Dakwah, Tapi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan),Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kiri) dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dzikir Kebangsaan ini bertema Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan),Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kiri) dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. Dzikir Kebangsaan ini bertema Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Joko Widodo atau Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin, mengatakan sempat ditelepon Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejam sebelum pengumuman cawapres. "Jam 5 sore, Ibu Mega menelepon saya menyampaikan maksudnya," kata Ma'ruf di Kantor PPP, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Baca: Maruf Amin Cawapres, PA 212 Tetap Ogah Dukung Jokowi

    Ma'ruf Amin mengatakan bahwa dirinya lebih nyaman untuk berada di jalur dakwah. Namun apabila negara memanggil, Ma'ruf mengaku siap. "Saya kan sudah mengatakan, saya enak di jalur ini. Tetapi, kalau negara membutuhkan saya, saya siap," ujar dia.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan tak mempunyai keinginan untuk menjadi cawapres. Ma'ruf sedari kecil disuruh untuk menjadi seorang kiai. "Saya memang tidak pernah berniat, berharap, menginginkan, atau berangan-angan untuk menjadi wakil presiden. Saya itu disuruh jadi kiai," ujar Ma'ruf.

    Keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Ma'ruf Amin menjadi calon wakil presiden pendampingnya di pemilihan presiden 2019, memang membuat terkejut banyak pihak. Sebab, sejak siang hari, Kamis, 9 Agustus 2018, nama cawapres yang mencuat bukanlah Ma'ruf Amin, melainkan Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bahkan diketahui sudah mengurus berbagai persyaratan menjadi cawapres.

    Baca juga: Wawancara Majalah Tempo, Blak-Blakan Maruf Amin Soal Fatwa Ahok

    "Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran-saran dari berbagai elemen masyarakat, maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi Indonesia Kerja, bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden 2019-2024 adalah Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin," ujar Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta pada Kamis, 9 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.