Rita Widyasari: Hidup Seperti Main Game, Sekarang Lagi Game Over

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari, mengikuti sidang mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Uang gratifikasi ini salah satunya digunakan untuk biaya perawatan kecantikan. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari, mengikuti sidang mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Uang gratifikasi ini salah satunya digunakan untuk biaya perawatan kecantikan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa gratifikasi proyek Kabupaten Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengaku banyak berkontemplasi di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ikhlas menjalani proses hukum memproses perkara gratifikasi yang menjeratnya dan kini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
    "Sabar dan ikhlas saja,” kata Rita sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu 7 Maret 2018.

    Ia memandang hidupnya seperti menjalani permainan, bermain game. “Tetapi sekarang lagi game over," kata Rita sembari tertawa.

    Baca:
    Banyak Menulis di Tahanan, Rita Widyasari Ingin Bikin Novel Cinta
    Ditanya Soal Helikopter, Rita Widyasari: Itu ...

    Selain berbincang dengan sesama penghuni rutan, Rita mengaku senang berolah raga diiringi musik dangdut.

    Rita juga mengaku banyak menulis puisi untuk mengisi waktu kosongnya. Ia banyak mencurahkan keluh-kesahnya dalam tulisan. "Dinding tahanan penuh dengan puisi saya." Ia menuliskan semua kegiatannya di rutan dalam buku catatan.

    Rita berniat menulis buku tentang kehidupannya. "Saya berniat menulis novel cinta."  Bupati non-aktif Kutai Kartanegara itu mengatakan dengan menulis, waktu di tahanan terasa lebih cepat. "Lima bulan tidak terasa," kata dia.

    Baca juga:
    40 Tas Mewah Bupati Rita Widyasari dari Gucci ...
    Sidang Bupati Rita Widyasari, Jaksa KPK ...

    Hari ini Rita menghadiri Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang sedang memeriksa saksi dari Jaksa Penuntut Umum. Ia datang pukul 10.30, mengenakan jas warna-warni. Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Rita menerima gratifikasi sebesar Rp469,4 miliar. Penerimaan itu sehubungan dengan sejumlah perizinan dan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Menurut jaksa Fitroh Rohcahyanto uang itu diberikan para pemohon perizinan dan rekanan pelaksana proyek pada dinas-dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya selaku Bupati Kutai Kartanegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.