Sidang Bupati Rita Widyasari, Jaksa KPK Hadirkan 5 Saksi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Dugaan gratifikasi ini melibatkan PT Sawit Golden Prima. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, mengikuti sidang pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 21 Februari 2018. Dugaan gratifikasi ini melibatkan PT Sawit Golden Prima. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Rabu, 28 Februari 2018. Rita menjadi terdakwa atas kasus gratifikasi sehubungan dengan sejumlah perizinan dan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

    "Ada lima saksi yang akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum," kata kuasa hukum Rita Widyasari, Noval El Farizi kepada Tempo pada Rabu, 28 Februari 2018.

    Baca: Meski Tolak Dakwaan, Bupati Rita Widyasari Tak Ajukan Eksepsi

    Pada sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin menerima gratifikasi sebesar Rp 469.465.440.000. Uang tersebut diduga diterima dalam bentuk fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selama Rita menjabat bupati.

    "Uang itu diberikan oleh para pemohon perizinan dan rekanan pelaksana proyek pada dinas-dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara serta Lauw Juanda Lesmana yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya selaku Bupati Kutai Kartanegara, "kata jaksa Fitroh Rohcahyanto pada Rabu, 21 Februari 2018.

    Baca: Selain Gratifikasi, Rita Widyasari juga Didakwa Terima Suap

    Selain itu, jaksa mendakwa Rita Widyasari menerima hadiah berupa uang sebesar Rp 6 miliar. Uang itu diberikan oleh Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun, sebagai imbalan sehubungan pemberian izin lokasi perkebunan kepala sawit di Desa Kupang Baru, Muara Kaman, Kabupaten Kukar kepada PT Sawit Golden Prima.

    Rita Widyasari tak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa. Karena itu, sidang hari ini langsung diagendakan untuk pemeriksaan saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.