Pengakuan Elite Perindo Soal Hary Tanoe Merapat ke Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hary Tanoesoedibjo meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, 12 Juni 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Hary Tanoesoedibjo meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, 12 Juni 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.COJakartaPerindo (Partai Persatuan Indonesia) telah mengubah arah politik dalam menghadapi pemilihan umum 2019. Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo mengumumkan dukungannya ke Joko Widodo (Jokowi) dalam pilpres mendatang.

    Menurut Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq, keputusan itu akan dibahas kembali. "Perindo harus mencari figur yang bisa membawa gagasan dan bisa mewujudkan cita-cita politik partai untuk membawa Indonesia sejahtera," kata Rofiq saat dihubungi Tempo, Kamis, 3 Agustus 2017.

    Baca: Perindo Dukung Jokowi, Pengamat: Hary Tanoe Cari Selamat 

    Kualitas itu, kata Rofiq, ada di dalam diri Jokowi dan sudah ditunjukkan dari kepemimpinannya selama ini. Namun keputusan finalnya akan dibicarakan dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Perindo pada akhir 2017. 

    Hary Tanoe masih terjerat kasus dugaan ancaman melalui pesan pendek terhadap Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Yulianto. Kasus itu masih berjalan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

    Rofiq menegaskan, sikap Hary Tanoe mendukung Jokowi tak ada hubungannya dengan kasus yang sedang menjeratnya. Ia menilai ranah hukum dan politik tidak bisa dicampuradukkan untuk mengambil suatu keputusan. "Sangat tidak ada (hubungannya). Itu domain yang berbeda dan Partai Perindo tak mau mencampuradukkan," kata Rofiq.

    Simak: Istana Anggap Wajar Perindo Mendukung Jokowi di 2019, Sebab... 

    Rofiq juga menampik langkah Perindo untuk mendukung Jokowi mengkhianati kedekatan mereka dengan Partai Gerindra. Perindo mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS dalam pilkada DKI Jakarta.

    "Kami tak pernah ada satu kesepakatan dengan partai-partai yang ada hari ini. Baik dengan Pak Prabowo (Subianto) maupun dengan yang lain. Kami tak ada komunikasi secara khusus untuk bersatu pada (pilpres) 2019," kata Rofiq.

    Lihat: Perindo ke Jokowi, Pramono Anung: Tahun Politik Datang Lebih Awal 

    Dukungan terhadap Anies-Sandi, kata dia, tak lebih karena Perindo menilai pasangan itu mempunyai gagasan yang sama dengan Perindo dalam mengurus Jakarta ke depannya.

    Sebelumnya, sikap Perindo dalam mendukung Jokowi diucapkan Hary Tanoe seusai acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran Sindo 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017, yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga