Aktivis Penolak Semen Rembang Tersangka Pemalsuan Dokumen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng Utara, Rembang, Jawa Tengah. Tempo/Budi Purwanto

    Lokasi pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng Utara, Rembang, Jawa Tengah. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Semarang - Polisi menetapkan seorang aktivis penolak pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Joko Priyanto, sebagai tersangka dugaan pemalsuan dokumen dukungan warga penolak pabrik tersebut. Dokumen tersebut berisi nama-nama dengan identitas tidak lazim.

    Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Djarod Padakova mengatakan penanganan perkara yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum tersebut sudah dinaikkan ke penyidikan. "Sudah naik ke penyidikan. Penyidik sudah mengantongi bukti kuat," katanya, Rabu 15 Februari 2017.

    Menurut dia, penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Selain Joko Priyanto, penyidik juga menetapkan lima orang lain yang merupakan warga penolak pabrik semen sebagai tersangka pula.

    Baca juga:
    Istana Bantah Grasi Antasari Bertujuan Serang SBY
    Klan Atut Masih Kuat di Pilkada Banten, Ini Sebabnya

    Keenam tersangka tersebut, kata dia, dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Selanjutnya, keenam penolak pabrik semen tersebut akan kembali dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka.

    Sebelumnya, sejumlah nama tidak lazim tercatat dalam dokumen penolak pabrik PT Semen Indonesia yang diserahkan ke Mahkamah Agung. Dalam dokumen yang ditandatangani sekitar 2.500 warga tersebut tercantum nama seperti Saiful Anwar bertempat tinggal di Manchester dan pekerjaan sebagai Presiden RI tahun 2025. Ada pula warga bernama Zaenal Mukhlisin yang ditulis bekerja sebagai Power Rangers. Sejumlah nama dalam dokumen tersebut diduga fiktif dan tidak jelas.

    Dugaan pemalsuan dokumen ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah ini dilakukan oleh Taqdir Burhan, yang tercatat sebagai pegawai di PT Semen Indonesia. Menurut Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto, proses pendirian pabrik semen sudah sesuai dengan fakta. Karena itu, kata dia, jika ada pihak yang tidak menerima pendirian pabrik, harus disampaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. "Tidak dengan memalsukan identitas dan tanda tangan," katanya, akhir Januari 2017.

    Baca juga:
    Bagaimana Nasib Kim Han Sol, Anak Abang Tiri Jong Un?
    Analis Politik: Penyebab Ahok-Djarot Tak Menang Satu Putaran

    Pemalsuan tanda tangan itu terdapat dalam daftar tambahan bukti yang dimasukkan sebagai dokumen gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam bukti lampiran itu, ada lebih dari 2.000 tanda tangan warga Rembang. Polisi menduga tanda tangan dan identitas warga itu ada yang palsu karena bentuk tulisannya hampir mirip-mirip.

    Dugaan pemalsuan identitas dan tanda tangan ini pertama kali diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Desember 2016 lalu. Dalam dokumen itu ada nama beserta pekerjaan dan alamat yang aneh-aneh. Misalnya, ada yang pekerjaannya Presiden RI, menteri, "Power Rangers", "Ultraman", copet, dan lain-lain. Dari sisi alamat, ada yang menulis Amsterdam, Manchester, dan lain-lain.

    Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Etik Oktaviani mengatakan dokumen tanda tangan warga yang menolak itu sudah menjadi alat bukti sejak proses hukum di PTUN pada Desember 2014. "Tapi kenapa baru dilaporkan sekarang saat putusan MA memenangkan warga?" katanya, 10 Januari 2017.

    ANTARA | ROFIUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.