Ketua MPR Minta Masyarakat Tak Terpengaruh dengan Bom Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pasca bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, 5 Juli 2016. Bom ini menewaskan seorang pelaku. TEMPO/Bram Selo Agung

    Suasana pasca bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, 5 Juli 2016. Bom ini menewaskan seorang pelaku. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta masyarakat tenang pasca-serangan bom di Markas Polres Kota Surakarta, Selasa, 5 Juli 2016. Ia percaya, kepolisian dapat mengendalikan situasi saat Hari Raya Idul Fitri.

    Zulkifli menyarankan masyarakat tetap merayakan Idul Fitri 1437 Hijriah dengan gembira dan tak perlu takut dengan serangan teror. "Saya yakin, terorisme bisa dikalahkan. Jangan takut," kata Zulkifli setelah salat Idul Fitri di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Rabu 6 Juli 2016.

    Zulkifli mengingatkan, terorisme tidak berkaitan dengan agama. Menurut dia, pelaku teror tidak memiliki agama. "Teroris tidak punya agama dan kita tidak boleh takut serta menyerah," kata Zulkifli.

    Hari ini adalah perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah. Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama jajaran menteri serta Ketua DPR Ade Komarudin salat Id di Mesjid Istiqlal. Imam di masjid tersebut adalah Husni Ismail, sedangkan khatibnya Nazaruddin Umar.

    Mesjid Istiqlal tampak dipadati masyarakat. Pantauan Tempo, bagian luar masjid, yakni di sisi sepanjang bantaran kali, turut dipenuhi masyarakat. Salat tersebut berlangsung pukul 06.45 dan selesai sekitar pukul 07.30.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.