Kebakaran Lahan di Riau Meluas, Titik Api Baru Bermunculan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titik api terlihat dalam layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Kabut asap akibat kebakaran hutan telah menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga Riau dan sekitarnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Titik api terlihat dalam layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Kabut asap akibat kebakaran hutan telah menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga Riau dan sekitarnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Riau kian meluas. Titik api baru terus bermunculan dan membakar lahan gambut. Di Kota Dumai, luas lahan yang terbakar bahkan mencapai ratusan hektare. 

    "Dalam waktu dekat, bakal ditetapkan status siaga darurat oleh Wali Kota Dumai," ucap Kepala Kepolisian Resor Kota Dumai Ajun Komisaris Besar Suwoyo, Sabtu, 5 Maret 2016.

    Suwoyo mengatakan 25 personel kepolisian dikerahkan untuk memadamkan sejumlah titik api dibantu pasukan TNI dan masyarakat. "Diharapkan setiap instansi terkait menyiapkan data pendukung soal kebakaran lahan," ujarnya.

    Selain berjibaku memadamkan api, polisi terus berpatroli di kawasan rawan kebakaran lahan. Hingga kini, tutur dia, Polres Dumai telah menangkap 12 pelaku pembakar lahan. "Sampai saat ini, kasus tersebut tengah dalam penyidikan," ucapnya.

    Kebakaran lahan juga terus meluas di Bengkalis. Titik api baru bermunculan dan melahap lahan gambut. Setidaknya lebih dari 145 hektare lahan di daerah ini terbakar. "Titik api baru terus muncul," kata Kepala Bidang Pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis Suiswantoro.

    Suiswantoro menyebutkan kebakaran lahan terjadi di beberapa kecamatan di Bengkalis. Api terus melahap lahan gambut di Kecamatan Rupat yang mencapai 20 hektare, di Bukit Batu 110 hektare, dan di Mandau 3 hektare. "Sedangkan lahan di Kecamatan Pinggir yang hingga kini masih terbakar belum dapat dihitung luasnya," ucapnya.

    Menurut Suiswantoro, musim panas dan tiupan angin kencang membuat regu pemadam kesulitan padamkan api. Titik api yang jauh di tengah hutan bergambut membuat regu pemadam kesulitan menjangkau lokasi kebakaran.

    Kebakaran lahan dua pekan terakhir marak terjadi di sejumlah daerah di Riau. Dua daerah, yakni Bengkalis dan Meranti, telah menyatakan siaga darurat kebakaran lahan. Kepolisian Daerah Riau mencatat, secara keseluruhan, luas hutan yang terbakar di Riau mencapai 222,5 hektare.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan satelit Terra dan Aqua masih memantau 20 titik panas di sejumlah wilayah di Riau. Jumlah tersebut menurun dibanding hari sebelumnya sebanyak 45 titik. "Titik panas terpantau pukul 07.00," ujar Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

    Menurut Sugarin, titik panas tersebar di Bengkalis dengan 2 titik, Dumai (9), dan Siak (9). "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 16 titik," tuturnya.

    Meski demikian, kebakaran lahan yang melanda Riau hingga kini belum mengganggu kualitas udara di Riau. Jarak pandang di beberapa daerah masih normal, seperti Pekanbaru dengan 8 kilometer, Rengat 5 km, Dumai 7 km, dan Pelalawan 5 km.

    RIYAN NOFITRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.