Bom Thamrin Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di Bulan Januari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Sunyamin mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2016 mencapai angka 814,3 ribu kunjungan, atau mengalami penurunan sebesar 17,44 persen, dibandingkan Desember 2015.

    "Kejadian bom (Thamrin) berpengaruh ke kunjungan wisatawan mancanegara reguler," kata Sunyamin saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik pada Selasa, 1 Maret 2016. Menurut dia, Hal lain yang berpengaruh adalah hari Imlek yang jatuh pada Februari, di mana tahun lalu jatuh pada Januari.

    Kunjungan wisatawan reguler ke Indonesia 740,6 ribu, mengalami kenaikan 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kenaikan ini hanya terjadi di beberapa pintu masuk utama, dan kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Internasional Lombok.

    Dari 740,6 ribu kunjungan wisatawan mancanegara reguler selama Januari 2016, diketahui wisatawan mancanegara asal Cina termasuk yang paling sering berkunjung ke Indonesia. Disusul oleh wisatawan mancanegara asal Singapura, Australia, Malaysia, dan Korea Selatan.

    Selain kunjungan wisatawan mancanegara reguler, ada kriteria kunjungan warga negara asing melalui pos pelintas batas yang mencapai angka 35,7 ribu kunjungan. Kriteria lainnya adalah kunjungan warga negara asing yang berada di Indonesia kurang dari satu tahun.

    Kriteria terakhir ini menarik karena memiliki subkriteria lain, yakni yang bekerja dan tak bekerja. Ternyata angka WNA yang bekerja di Indonesia dalam waktu kurang dari satu tahun meningkat dari tahun lalu. "Ini bisa menjadi informasi awal dalam menangani MEA," ujarnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.