Rentan Diserang, Peserta Pilkada Buru-buru Dikawal Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Lamongan - Para bakal calon kepala daerah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menerima pengawalan ketat dari aparat keamanan. Pengawalan diputuskan diberikan sekali pun mereka belum ditetapkan sebagai calon menyusul penyerangan yang terjadi terhadap seorang bakal calon pada Selasa malam, 10 Agustus 2015.

    Simak: Presiden PKS Shohibul Iman Mau Rombak DPR, Nasib Fahri?

    "Rapat sepakat, tiga pasangan mendapat pengamanan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Lamongan Imam Ghazali kepada Tempo, Selasa malam, 11 Agustus 2015.

    Rapat koordinasi itu dilakukan KPU, pemerintah daerah, dan kepolisian setempat. Adapun korban penyerangan adalah bakal calon wakil bupati dari jalur independen, Mujianto, 45 tahun. Dia diserang dengan senjata tajam di muka rumahnya di Jalan Raya Sugio, Kota Lamongan, Senin malam, 10 Agustus 2015.

    Baca pula: Hayriantira XL Tewas: Polisi Penasaran,Andi Dites Kebohongan

    Satu jam sebelum diserang, korban bersama Sueb, pasangannya sebagai bakal calon wakil bupati, mengaku sempat dikuntit dua pria pengendara sepeda motor. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok di kepala, leher, dada, dan tangan.

    Hasil rapat koordinasi itu sendiri memutuskan pengamanan ditingkatkan menjelang pemilihan kepala daerah. Sebenarnya, Imam Ghazali menerangkan, hak pengamanan baru berlaku usai tahapan pilkada pada Senin, 24 Agustus 2015. Saat itu status bakal calon akan ditetapkan secara resmi.

    Baca Juga: Evan Dimas ke Spanyol, Begini Perjuangan yang Harus Ditembus

    "Tapi kasus penganiayaan atas korban Mujianto menjadi indikasi bahwa ada peningkatan kerawanan di lapangan," kata Imam sambil menambahkan bahwa usulan pengamanan itu mendapat persetujuan dari seluruh peserta rapat koordinasi.

    Pengamanan atau pengawalan dilakukan Kepolisian Resor Lamongan. Mereka yang mendapatkan pengawalan selain Sueb-Mujianto adalah Nursalim-Edy Wijaya atau SAE yang juga berasal dari jalur independen serta pasangan yang didukung partai politik, yaitu Fadeli-Kartika Hidayati atau Fakta.

    SUJATMIKO

    Berita Menarik

    Ahok Curhat: Di Balik Ketenaran Ada Kepedihan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.