Rudi Pernah Persilakan KPK Masuk ke SKK Migas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, di rumahnya di Jakarta, pada 20 Januari 2013. Rudi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, di rumahnya di Jakarta, pada 20 Januari 2013. Rudi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dikenal idealis, Profesor Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), justru terpeleset oleh licinnya bisnis minyak. Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menerima uang suap US$ 400 ribu dari Kernel Oil Pte Ltd pada Selasa malam, 13 Agustus 2013. KPK juga menemukan uang lain dalam penggeledahan. Total uang yang disita sebesar Rp 8,06 miliar, terbesar dalam sejarah. Uang Rudi Rubiandini itu diserahkan dari City Plaza.

    Padahal, saat ditunjuk mengepalai SKK Migas, Rudi Rubiandini punya banyak janji manis. Dia berjanji untuk menaikkan produksi minyak Indonesia yang cuma sekitar 830 ribu barel per hari. Rudi menargetkan produksi minyak nasional bisa 900 ribu per hari. Nyatanya, cuma ada kenaikan 5.900 barel dari produksi minyak nasional per hari tahun lalu. "Saat ini kita telah berhasil menaikkan produksi," ujar Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini di Jakarta, Jumat, 19 April 2013.

    Rudi juga berjanji memberantas korupsi di SKK Migas yang merupakan bentuk baru dari BP Migas. Bahkan Rudi Rubiandini dalam wawancara dengan Tempo pada Januari 2013 mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi masuk dan menangkapi koruptor di SKK Migas. Berikut ini petikan wawancaranya.

    Jadi, betul ada praktek korupsi di BP Migas?

    Kalau di sisi hulu minyak sampai ke pipa, lalu ke tanker, keluar surat, kapal jalan, uangnya masuk ke negara, ke kas Kementerian Keuangan. Jadi clear. Yang jadi masalah adalah saat surat ditandatangani untuk mengatakan betul sekian ton, masih ada airnya atau enggak. Di sini masalah mulai muncul. Ketika mau ekspor, perlu waktu tiga atau lima hari, dipercepat jadi satu hari, mulai jadi masalah. Saya tidak membantah itu. Seharusnya ini yang dibereskan, bukan ngutek-ngutek undang-undang.

    Anda tahu kasus apa saja?

    Saya tahu banyak kasus. Jadi, silakan Komisi Pemberantasan Korupsi membereskannya. Kerangkeng itu orang-orang yang memang terbukti melakukan korupsi. Kalau mereka dipelihara, ya, seolah-olah semua yang bekerja di industri migas seperti itu. Industri ini seolah-olah rampok.

    Sanggupkah Anda memberantasnya?

    Itu bukan tugas saya. Bahwa itu ada, yes. Tapi, kalau untuk mencegah, yang utama adalah menaruh the right man on the right place. Itu nanti ketika reorganisasi. Juga dalam pengadaan, jangan ada orang yang bertahun-tahun jadi langganan pihak tertentu. Selama ini biasa. Tidak bisa lagi, putus setahun, dua tahun, putar orangnya.

    Di antara deputi yang ada sekarang, adakah yang perlu digeser?

    Belum. Kan, saya baru bekerja? Tenang saja dulu. Kita lihat nanti.

    Mana yang lebih Anda senangi: menjadi wakil menteri atau Kepala SKK Migas?

    Kedudukan saya yang baru.

    Kenapa?

    Banyak hal. Saya datang dari lingkungan migas. Sebagai wakil menteri, saya mengurus semuanya. Kedua, tantangan. Di sektor migas ini, banyak yang dibereskan. Ketiga, saya menangis ketika BP Migas dibubarkan.

    Mengapa Anda menangis?

    Karena ada orang membubarkan sesuatu yang begitu penting untuk bangsa ini. Saya ingin menunjukkan, dengan masuk SKK Migas, cerita inefisiensi selesai. Akan saya tunjukkan lembaga ini bisa memberikan kesejahteraan dan pelayanan kepada rakyat.

    Perlu waktu berapa lama?

    Tergantung kondisi, supaya apa yang saya lakukan, orang Sunda bilang meunang laukna herang caina, dapat ikannya tapi airnya tetap jernih.

    Apa kelemahan Anda?

    Saya itu takut kepada diri sendiri, karena kalau ada pekerjaan yang tidak selesai oleh siapa pun, akan saya kerjakan sendiri. Dan itu bisa membuat saya hancur. Selama menjadi wakil menteri, saya turun 4 kilogram.

    Kok, bisa?

    Karena banyak hal yang sebetulnya bukan tugas saya, tapi saya merasa ini penting untuk negeri saya, ya, saya kerjakan.

    Anda masih muda. Tidak ingin jadi Menteri Energi saja?

    Ha-ha-ha…. Kalau saya boleh memilih, saya ingin kembali ke kampus dan mengajar.

    Wawancara Rudi Rubiandini selengkapnya bisa dilihat di sini (Edisi Bah di Perut Naga 27 Januari)

    TIM TEMPO

    Terhangat:

    Suap SKK Migas | Sisca Yofie | FPI Bentrok



    Berita terkait:
    Uang Rudi Rubiandini Diserahkan dari City Plaza

    24 Jam Kerja Tim KPK Geledah di Kantor SKK Migas

    MS Hidayat: Kasus Rudi Rubiandini Ganggu Investasi
    SKK Migas Guncang, Jero Jamin Investasi Migas Aman
    Kernel Oil Terdaftar Sebagai Trader di SKK Migas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.