KPK Sudah Pegang Bukti Keterlibatan Anas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. ANTARA/Ridhwan Ermalamora

    Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. ANTARA/Ridhwan Ermalamora

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah seorang pengacara Nazaruddin, Junimart Girsang, menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memegang bukti dan keterangan kliennya soal keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dalam kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya di kementerian tersebut.

    Seusai diperiksa KPK sebagai saksi pada Selasa kemarin, 9 Oktober 2012, Nazar membeberkan kepada wartawan bahwa ia dan Anas Urbaningrum serta politikus Demokrat, Saan Mustopa, pernah bertemu dengan Erman Suparno. Pertemuan yang diatur Anas itu terjadi pada suatu malam pada 2008. Pada akhir pertemuan, Saan menyerahkan US$ 50 ribu kepada Erman.

    "Memang keterangan Pak Nazar ini menyangkutkan banyak nama lain. Tapi, terus terang saja, Pak Nazar punya banyak bukti, dan bukti itu sudah diserahkan ke KPK. Jadi, KPK sudah pegang buktinya," kata Junimart kepada Tempo, Rabu, 10 Oktober 2012.

    Dikatakan Junimart, buktinya ada dua, yakni transaksi dan pertemuan-pertemuan yang membicarakan banyak hal. "Wujudnya seperti apa, ya wujudnya ada di KPK," tutur dia.

    Dihubungi terpisah, Saan membantah semua keterangan Nazar. Saan juga yakin Anas sama sekali tidak terlibat dalam semua perkara korupsi yang dituduhkan Nazar. Dalam banyak kesempatan, Anas menyebut tudingan Nazar tidak ada dasarnya.

    MUHAMAD RIZKI

    Berita Terpopuler:
    2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur

    Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah

    Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal

    FPI Tolak Wagub DKI Pimpin Lembaga Islam

    Perwira Polisi Minta Maaf Setelah Curhat Soal KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.