UNJ Buka Jurusan Proteksi Kebakaran dan Teknik Keselamatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tangki nomer 3 berisi premium di Depo Pertamina Ampenan, Mataram, NTB(18/1). Dua orang pingsan akibat dehidrasi saat berusaha memadamkan api. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar tangki nomer 3 berisi premium di Depo Pertamina Ampenan, Mataram, NTB(18/1). Dua orang pingsan akibat dehidrasi saat berusaha memadamkan api. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lulusan sekolah menengah atas atau sederajat disuguhi pilihan program studi baru di perguruan tinggi. Memasuki tahun pendidikan 2011/2012 ini, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka jurusan baru, yakni program studi Proteksi Kebakaran dan Teknik Keselamatan atau Fire Protection and Safety Engineering.

    Untuk menyediakan jurusan baru ini UNJ bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta. "(Program studi ini) Setara S1, ini kerja sama kami dengan Fakultas Teknik UNJ," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI, Paimin Napitupulu, di Jakarta, Jumat 16 September 2011.

    Menurut Paimin, kebutuhan tenaga dari jurusan ini cukup tinggi di dunia kerja. Tapi hingga saat ini belum ada perguruan tinggi yang memfasilitasi pembentukannya. "Jurusan ini yang pertama ada di Indonesia," katanya.

    Selain menjadi anggota pemadam kebakaran, alumni jurusan ini bisa bekerja di sektor-sektor yang membutuhkan ahli proteksi kebakaran dan teknik keselamatan. Misalnya di bandar udara atau sektor-sektor pertambangan dan energi.

    Angkatan pertama jurusan ini ternyata sudah memulai kegiatan perkuliahan sejak 12 September 2011 lalu. Menurut Paimin, ada 35 mahasiswa baru untuk angkatan pertama. Sebagian berasal dari mahasiswa yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN), sebagian lagi berasal dari perusahaan daerah. "Ada enam orang juga yang merupakan CPNS," katanya.

    Paimin mengatakan wacana membuka jurusan ini sudah lama ada. "Kami harus mempersiapkan sumber daya baru setara lulusan S1 dengan kapabilitas di bidang ini. Kemudian kami mengakui dari segi pemahaman teori, kami masih kurang," katanya. Selama ini pengetahuan para anggota pemadam kebakaran lebih ke arah praktek melalui pelatihan-pelatihan.

    Sebelum memutuskan bekerja sama dengan UNJ, Paimin mengatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah universitas, seperti Universitas Indonesia (UI). "Tapi UI menawarkan program studi ini masuk ke Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)," katanya. Karena tak sepaham dan merasa lebih cocok dengan UNJ yang memasukkan jurusan ini ke Fakultas Teknik, kerja sama akhirnya diteken dengan pihak UNJ.

    Staf pengajar untuk jurusan ini berasal dari pihak UNJ dan staf pengajar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta. Materi yang diajarkan antara lain termasuk kesiapan menghadapi bencana, sifat api, dan konstruksi bangunan. "Ada juga kelas khusus untuk pemadam kebakaran," katanya. Ada yang berminat?

    AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berenang Saat Covid-19

    Ingin berenang saat pandemi Covid-19? Jangan takut! Berikut tipsnya.