Bersama Relawan UIN Jakarta, BNPB Sebar Masker untuk Wilayah Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kanan) bersama Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A. (kiri) melepas keberangkatan armada dan tim relawan dalam

    Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kanan) bersama Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A. (kiri) melepas keberangkatan armada dan tim relawan dalam "Gerakan Mobil Masker Untuk Masyarakat" di halaman Gedung IS Plaza, Jakarta Timur, Kamis, 12 Agustus 2021. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito melepas keberangkatan Mobil Makser BNPB untuk memasifkan pembagian masker gratis. "Dengan membaca bacaan basmalah, saya lepas mobil rombongan masker BNPB," ucap Ganip dalam keterangannya, Kamis, 12 Agustus 2021.

    Sebanyak 20 armada Mobil Masker BNPB dan kurang lebih 60 relawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta akan melakukan pembagian masker ke beberapa titik lokasi yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. 

    Sasaran pembagian masker ini mengarah ke beberapa tempat aktivitas masyarakat, seperti pasar tradisional, pedagang kaki lima, terminal, dan stasiun. 

    Melalui kegiatan Mobil Masker BNPB tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih patuh dan disiplin protokol kesehatan, meliputi kesadaran untuk selalu meningkatkan disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

    Baca juga: Pemerintah Ingin Lindungi Warganya, Kepala BNPB: Jangan Alergi dengan PPKM

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.