Pemerintah Ingin Lindungi Warganya, Kepala BNPB: Jangan Alergi dengan PPKM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho

    Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Malang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito menyatakan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM merupakan upaya pemerintah melindungi warganya dari ancaman penyebaran virus Corona.

    "PPKM itu strategi kita untuk mengendalikan. Itu cara memproteksi, seperti disiplin prokes, pakai masker, menjaga jarak, dan mengontrol mobilitas," kata Kepala BNPB Ganip dalam kunjungan kerja di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu 31 Juli 2021.

    Ganip menjelaskan, salah satu konsep utama dalam pelaksanaan PPKM adalah dengan membatasi, atau mengurangi mobilitas masyarakat, untuk meminimalisasi adanya risiko penyebaran virus Corona. Menurutnya, jika pelaksanaan PPKM berjalan dengan baik, dan masyarakat mematuhi seluruh aturan selama masa pembatasan tersebut, diharapkan mampu meredam penyebaran COVID-19 di Indonesia.

    "Jadi jangan alergi dengan PPKM. Karena, jika hulu terkendali, penyebaran virus, saya yakin bisa dikendalikan," ujarnya.

    Ganip menambahkan, selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memberikan proteksi kepada masyarakat dengan pelaksanaan vaksinasi. Diharapkan, dengan adanya vaksinasi untuk masyarakat tersebut, bisa menciptakan kekebalan kelompok dari virus Corona.

    "Kita juga memproteksi dengan cara divaksin. Risiko kematian kecil saat terpapar COVID-19. Bukan tidak ada (risiko kematian), tapi kecil," tambahnya.

    Baca: Cegah Kasus Covid-19 Naik Lagi, Ridwan Kamil Pilih Genjot Vaksinasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.