KKP Salurkan Bantuan untuk Kelompok Masyarakat Lawere

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan konservasi diserahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Lawere sebagai salah satu Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) di Kawasan Timur Indonesia pada (18/6)

    Bantuan konservasi diserahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Lawere sebagai salah satu Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) di Kawasan Timur Indonesia pada (18/6)

    INFO NASIONAL – Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hendra Yusran Siry, berharap bantuan yang diberikan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Lawere semakin membantu dalam kegiatan menjaga alam,termasuk di antaranya mengangkut sampah yang mengotori lokasi wisata.

    “Saya berharap bantuan ini bisa optimal pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan kelompok melakukan pengawasan dan mengangkut sampah di Pulau Ay sebagai bagian dari Taman Wisata Perairan (TWP Pulau Ay) dan Pulau Rhun sehingga perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya perairan di wilayah ini semakin baik,” ujarnya.

    Bantuan dari KKP ini diserahkan melalui Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) pada Jumat, 18 Juni 2021. POKMASWAS Lawere terpilih sebagai salah satu Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) di Kawasan Timur Indonesia.

    Adapun bantuan dengan total nilai Rp 92,27 juta tersebut berupa 1 unit motor roda tiga, 1 unit laptop, 1 unit printer, 5 unit alat selam dasar, 3 unit HT, 1 unit underwater camera, 2 unit senter bawah air, dan 15 potong pakaian seragam kelompok

    Hendra menjelaskan, KKP telah menyalurkan bantuan kepada 12 kelompok masyarakat di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dalam kurun 2018 hingga 2020 dengan total nilai lebih dari Rp 1 miliar.

    Pemberian bantuan KOMPAK bertujuan untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan konservasi oleh kelompok juga bertujuan untuk menghasilkan output lebih optimal dalam pelestarian kawasan. Bantuan yang diberikan KKP kepada setiap kelompok akan terus dimonitor sebagai bahan evaluasi bagi KKP dalam pemberian bantuan KOMPAK berikutnya.

    POKMASWAS Lawere terpilih karena memiliki semangat konservasi yang kuat. Sejak 2014, kelompok tersebut aktif melakukan sosialiasasi zonasi di Pulau Ay, menjalankan patroli rutin, membersihkan sampah bersama masyarakat, serta menjaga jenis ikan dilindungi.

    Kepala LPSPL Sorong, Santoso dalam penyerahan bantuan KOMPAK kepada POKMASWAS Lawere mengungkapkan, Taman Wisata Perairan Pulau Ay dan Pulau Rhun seluas 47.968 hektare telah dicadangkan oleh Gubernur Maluku. Saat ini dalam proses penetapan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. 

    “Dukungan masyarakat dalam mengelola kawasan konservasi perairan akan meningkatkan peran kawasan konservasi di Maluku sehingga dapat mendukung produksi dan keberlanjutan perikanan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Saumlaki dan Dobo,” kata Santoso. 

    Bantuan yang diberikan kepada POKMASWAS Lawere tersebut mengawali bantuan yang akan diserahkan kepada empat kelompok lainnya di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dengan total bantuan senilai Rp 367,79 juta. 

    Sesuai dengan kebijakan KKP, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong kelompok penerima bantuan selalu menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.