Rayakan Tahun Baru Imlek 2021 Secara Daring, Ini Pesan Presiden Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri perayaan Imlek Nasional 2020 di Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Ini merupakan kali kedua kepala negara akan meramaikan perayaan imlek nasional dengan pertimbangan kegiatan ini bersifat nasional, di mana seluruh komponen bangsa hadir untuk meramaikan acara tersebut. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri perayaan Imlek Nasional 2020 di Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Ini merupakan kali kedua kepala negara akan meramaikan perayaan imlek nasional dengan pertimbangan kegiatan ini bersifat nasional, di mana seluruh komponen bangsa hadir untuk meramaikan acara tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar secara daring, Sabtu, 20 Februari 2021. Jokowi yang menonton dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, mengatakan harapannya di tahun baru kerbau ini.

    "Tahun yang mestinya penuh kekuatan besar, tahun yang penuh keberanian, keteguhan, dan kedisiplinan. Tahun yang menguatkan kesediaan kita kepada bangsa dan negara," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Jokowi mengenakan kemeja merah dengan masker putih. Ia didampingi oleh Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan kekuatan, keberanian, keteguhan, dan kedisplinan kerbau harus bisa ditujukan untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada, yaitu pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

    Ia mengingatkan bahwa pendisiplinan 3M oleh masyarakat, dan program 3T yang dilakukan pemerintah harus bisa berjalan. "PPKM skala mikro harus dilakukan secara cepat dan efektif. Semua kekuatan bangsa harus kita kerahkan untuk itu kita semua harus bergotong royong untuk menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi.

    ADVERTISEMENT

    Jokowi berharap di tahun kerbau atau Imlek ini seluruh masyarakat Indonesia bisa bergotong royong menggerakkan kekuatan, keberanian, dan kedisiplinan untuk melakukan lompatan-lompatan dan terobosan-terobosan baru.

    "Agar kita bisa terlepas dari krisis kesehatan dan perekonomian dan agar kita bisa mencuri start lebih awal dibanding negara-negara lain dan menjadi negara maju yang menjadi cita-cita kita bersama," kata Jokowi.

    Baca juga: Ditanya Kepastian Revisi UU ITE, Ini Kata Jubir Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.