3 Hari Lockdown, KPK Akan Tes Swab Covid-19 ke Pegawai

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua Wakil ketua KPK, Alexander Marwata, mengikuti  tes swab COVID-19 bersama para pegawai KPK, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. KPK melaksanakan tes swab kepada para Pimpinan dan pegawai ini merupakan untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan serta memastikan lingkungan dan pegawain KPK bebas dari virus Covid-19, sebelumnya tujuh pegawai KPK dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, lima orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan dua lainnya masih melakukan isolasi. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua Wakil ketua KPK, Alexander Marwata, mengikuti tes swab COVID-19 bersama para pegawai KPK, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. KPK melaksanakan tes swab kepada para Pimpinan dan pegawai ini merupakan untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan serta memastikan lingkungan dan pegawain KPK bebas dari virus Covid-19, sebelumnya tujuh pegawai KPK dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, lima orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan dua lainnya masih melakukan isolasi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali melakukan tes swab kepada para pegawainya. Tes swab dilakukan menyusul banyaknya pegawai KPK yang positif Covid-19.

    “Beberapa hari ke depan tes swab akan kembali dilakukan terhadap para pegawai KPK,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Selain tes swab, Sabtu ini KPK kembali melakukan penyemprotan disinfektan dan pengasapan di seluruh area gedung. Kawasan itu meliputi Gedung Merah Putih, Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi, serta tiga rumah tahanan yang menjadi tempat penahanan tersangka KPK.

    Penyemprotan juga dilakukan terhadap seluruh mobil operasional. “KPK akan terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus Covid-19,” kata dia.

    Sebelumnya, sebanyak 23 pegawai KPK dan satu tahan positif Covid-19. Salah satu pegawai yang terjangkit adalah penyidik Novel Baswedan.

    Pimpinan KPK memutuskan untuk menerapkan sistem bekerja dari rumah kepada seluruh pegawai selama tiga hari, dimulai pada Senin, 31 Agustus 2020 hingga Rabu, 2 September 2020. Pengecualian diberikan kepada sejumlah pegawai bidang penindakan yang diizinkan bekerja di kantor. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.