Pimpinan KPK: Kami Menangis Ketika Menangkap Para Pejabat Negara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Teknologi Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Selasa 16 Juni 2020. Pertemuan tersebut  membahas mengenai hal terkait pendanaan penelitian riset teknologi inovasi guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Teknologi Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Selasa 16 Juni 2020. Pertemuan tersebut membahas mengenai hal terkait pendanaan penelitian riset teknologi inovasi guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron mengatakan pendekatan yang akan dilakukan untuk mencegah korupsi yakni dengan pencegahan sebelum terjadi tindak pidana. Namun, lanjut dia, bukan berarti itu akan mengurangi penindakan kasus korupsi.

    KPK, kata dia, merasa prihatin ketika banyak pejabat negara yang terjerat korupsi. “(Kami) KPK itu menangis ketika menangkap para pejabat negara, KPK juga bersedih, bagaimanapun mereka bagian dari pemimpin bangsa Indonesia, bagian dari wajah bangsa Indonesia. Ketika kian banyak ditangkapi, maka wajah dan reputasi Indonesia menjadi runtuh,” katanya dalam kegiatan Stranas KPK pada Rabu, 26 Agustus 2020.

    Selain melakukan pencegahan, ujar Ghufron, KPK meningkatkan area-area yang masih tak transparan atau abu-abu. Hal itu berkaitan dengan regulasi yang memperpanjang birokrasi sehingga menimbulkan beban waktu, struktur, dan biaya.

    Selanjutnya, dia menjelaskan KPK akan mengawasi struktur aparatur negara maupun anggaran

    “ANPK (Aksi Nasional Pencegahan Korupsi) memungkinkan mereview regulasi, struktur jabatan dan anggaran,” tutur dia.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.